Kondisi rumah peraih USBN Tertinggi SMP 3 Mrebet sangat memprihatinkan. Perlu bantuan dari Pemkab untuk rehab RTLH, Selasa (14/5).SATELITPOST/CR3

PURBALINGGA, SATELITPOST – Kondisi rumah memrihatinkan yang dihuni oleh peraih nilai tertinggi USBN SMP 3 Mrebet, Wiwin Widiarti (18) saat ini dalam tinjauan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinrumkim) Purbalingga. Rumahnya berada di zona merah kemiskinan, tepatnya Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet.

Kepala Dinrumkim Purbalingga, Zaenal Abidin melalui jajarannya, Mistam mengatakan akan melihat database Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Purbalingga 2019. Jika belum masuk RTLH, pihaknya akan meninjau langsung ke lokasi. “Kita akan lihat dulu datanya, yang pasti, pengentasan RTLH merupakan prioritas Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” ujarnya, Selasa (14/5/2019).

Seperti diketahui, Dinrumkim terus melakukan perbaikan data bersumber dari laporan masyarakat, pemerintah desa, maupun tinjauan langsung. Saat ini, masih banyak RTLH yang belum masuk data base.

Baca Juga:

Hanya Berbekal LKS, Begini Perjuangan Wiwin Sabet Nilai USBN Tertinggi

Dinas Perumahan dan Pemukiman Purbalingga menargetkan setiap tahun merealisasikan 5.000 rumah tidak layak huni. Hingga tahun 2018 lalu, dari target keseluruhan 27 ribu RTLH, masih tersisa 12 ribu RTLH yang harus dibenahi.

Ketua RT setempat, Slamet Setiaji berharap keluarha Sukarso (ayah Wiwin) mendapat bantuan RTLH. Sebab, sudah bertahun-tahun mereka tinggal di sana. Slamet sendiri tidak mengetahui kriteria penerima bantuan RTLH. Jika dilihat dari kepemilikan tanah, memang Sukarso memiliki beberapa bidang tanah. Tetapi, tanah tersebut bukan termasuk tanah produktif seperti area persawahan.

Tanah milik Sukarso merupakan daerah perkebunan yang ditanami pohon kelapa. Karena itulah, mereka menggantungkan hidup dari hasil nira kelapa. “Mudah-mudahan mereka bisa mendapat bantuan. Kasihan sudah lama tinggal di tempat seperti itu, padahal anak-anaknya banyak dan masih kecil,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wiwin dan lima saudaranya tinggal di rumah kayu  berukuran sekitar 5 x 4 meter. Orangtuanya yang bekerja sebagai penderes belum mampu untuk merenovasi rumah. Di dalam rumah hanya terdapat dua dipan tanpa kasur, meja panjang, dan kursi untuk duduk. Dapur dan MCK seadanya, sementara ayam peliharaan berkeliaran di dalam rumah.

Sedangkan dinding kayu berrongga, bahkan tidak menutup penuh sampai atap. Tak terbayang apa yang dirasakan penghuni rumah kala terjadi hujan deras dan angin. (Cr3)