PURBALINGGA, SATELIPOST-Sebuah proses persalinan janggal yang dijalani seorang remaja putri 17 tahun, sebut saja Melati, mengungkap kisah menyedihkan sekaligus menjijikkan. Yakni, bahwa anak yang dilahirkannya merupakan hasil perbuatan bejat sang ayah, Tarsum (47), warga Karangreja, Purbalingga.

Tarsum tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Tak hanya sekali, ia berlaku bejat terhadap putrinya berkali-kali sampai Melati hamil dan melahirkan.

Kapolres Purbalingga, AKBP Kholilur Rohman membenarkan fakta bahwa tindakan bejat Tarsum terungkap lantaran rangkaian kejanggalan. Kejanggalan pertama adalah kecurigaan pihak Puskesmas Bobotsari terkait siapa ayah dari bayi tersebut. Kejanggalan lain terkait dengan pilihan lokasi melahirkan. Melati dan Tarsum tinggal di Karangreja, namun proses persalinan dilakukan di Puskesmas Bobotsari.

“Jadi saat melahirkan kan perlu ada keterangan keluarga, namun saat itu tidak ada informasi yang jelas, selain itu gadis dibawh umur itu hamil diluar nikah,” kata Kapolres kepada SatelitPost, Jumat (29/11).

Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak keluarga, Puskesmas pun memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan kepolisian.  “Selanjutnya si korban diminta keterangan dan menceritakan kejadiannya,” kata AKBP Kholilur yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto.

Berangkat dari data ini, Polisi lalu melakukan proses penyidikan lebih lanjut. Akhirnya, terungkap bahwa Tarsum lah yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Aksi bejat ini dilakukannya sejak Agustus 2018 lalu. Hingga terakhir dilakukan pada saat anaknya sudah hamil, yakni bulan  November 2019.

Kapolres berkisah, awalnya Tarsum hanya tidur seranjang dengan Melati yang saat itu duduk di kelas 2 SMA. Entah apa yang merasukinya, ia pun mulai meraba-raba bagian dada dan selangkangan putri malangnya tersebut.

Melati yang merasa tak nyaman sempat berontak. Namun, ia malah diancam oleh sang ayah.  “Karena ancaman dan tekanan,  anaknya tidak bisa menghindar dari tindakan bejar ayah kandungnya sendiri. Modus yang sama diulang-ulang hingga November 2019. Bahkan sampai korban sudah hamil masih sempat disetubuhi,” katanya.(min)

 

Ditinggal Istri Merantau

Dalam penyidikan tersebut, diketahui pula mengapa Tarsum bisa leluasa bertindak bejat terhadap Melati. Yakni, lantaran Ia hanya tinggal bertiga, dengan Melati dan anak bungsunya yang masih kelas 2 SD. Sementara sang istri merantau di Jakarta.

Ia makin bebas melakukan aksi tersebut karena anak sulungnya, jarang pulang ke rumah. Kakak Melati bekerja sebagai buruh bangunan.

Saat ini, Tersangaka sudah mendekam di sel tahanan Polres Purbalingga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 81 Ayat (2) dan Pasal (3) UU Nomor 17 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal tersebut mengancam pelaku dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar.

“Dalam kasus Tarsum, karena pelakunya merupakan ayah kandung, ancamannya ditambah sepertiga,” ujar Kholilur. (min)