BUPATI Purbalingga saat memberikan sambutan pada acara Family Gathering PDAM, belum lama ini.ISTIMEWA
BUPATI Purbalingga saat memberikan sambutan pada acara Family Gathering PDAM, belum lama ini.ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST-Plt Direktur PDAM Purbalingga, Riyanto, melaporkan, keuntungan PDAM Purbalingga tahun 2018 mencapai Rp 6 milar. Jumlah itu mencapai target yang ditentukan pemkab. Ia mengatakan, dari Rp 6 miliar ini, 10 persennya dialokasikan untuk kesejahteraan karyawan dan jasa produksi.

Dari 10 persen itu, satu di antaranya untuk membiayai family gathering dan peningkatan kapasitas. Ia juga melaporkan sistem pembayaran PDAM kali ini tidak langsung melayani dari konsumen, tapi melalui BUMD yang lain ada BKK, BPR, Bank Syariah dan pembayaran digital lainnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan PDAM dalam waktu dekat ini akan mempersiapkan Sistem Pelayanan Air Minum (SPAM ) Bandara. Di mana sistem itu harus tersedia manakala Bandara sudah jadi. Untuk hal ini, PDAM akan mengambil dari mata air Gondang (belakang Owabong) dan mata air Kajongan dengan debit air mencapai 150 liter per detik.

“Pelaksanannya kami usulkan melalui program Kementerian di Dirjen Sumber Daya Air (SDA). Ini sudah dibahas di SDA dan Bappelitbangda Provinsi, karena ini sudah bagian dari strategi nasional, SPAM Bandara ini harus dijalankan. Anggaran disetujui Rp 60 miliar tapi kami ubah diusulkan menjadi Rp 88 miliar,” katanya.

Sementara untuk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Banyuku yang juga produk PDAM sampai saat ini belum juga bisa dipasarkan kembali. Pasalnya hingga sekarang masih dalam tahap mengurus legalitas. Padahal secara ekonomis, produksi AMDK Banyuku dinilai sangat prospektif untuk menambah pendapatan.

“Legalitas Air Minum dalam Kemasan dari PDAM mulai terselesaikan, mulai dari SNI, sedangkan BPOM masih berproses. Dalam waktu dekat ketika seluruh legalitas sudah clear, sehingga Banyuku nanti bisa berproduksi lagi. Saya melihat banyak potensi bisnis dari AMDK ini,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, kemarin.

Produksi AMBD Banyuku nantinya bisa menyasar 224 desa dan 15 kelurahan di 18 kecamatan. Tidak hanya itu, bahkan ada potensi lagi pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menyediakan air minum saat acara-acara tertentu. “Belum lagi ketika dikerjasamakan dengan rumah-rumah makan, warung, termasuk juga minimarket,” ujarnya.

Masih dari Tiwi, dia menyampaikan setelah mengenai legalitas sudah beres, nantinya produksi Banyuku akan menjadi Perumda dan Perusda. Sehingga, nantinya operasional PDAM bisa lebih fokus untuk mengurus ketersediaan air bersih.

“Saya punya pandangan agar nanti setelah legalitas selesai dan clear semuanya, AMDK bisa jadi Perumda dan Perusda tersendiri. Sehingga PDAM akan fokus penyediaan air bersih sedangkan AMDK akan fokus air minum. Nanti direksi karyawan kita ambilkan dari karyawan-karyawan PDAM yang sudah berpengalaman,” kata Tiwi.

Tiwi juga meminta agar ke depan PDAM ada menyesuaikan tarif. Menurutnya, tarif PDAM Purbalingga masih cenderung murah dibanding kabupaten tetangga. Sehingga cukup potensial untuk dinaikkan.

“Artinya sudah tentu ketika akan menaikan tarif ini pelayanan-pelayanannya harus diperhatikan. Syukur-syukur lebih baik, sehingga lebih dekat bisa dilakukan kajian-kajian berikutnya untuk menaikan tarif,” katanya.(amin@satelitpost.com)