4 Penjual Sabu dan Pil Koplo Di Purwokerto Ditangkap

KAPOLRES Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK didampingi Kabag Humas dan Kasat Narkoba menunjukkan barang bukti beserta pelaku penjual narkoba jenis sabu dan pil koplo saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Kamis (9/8).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
KAPOLRES Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK didampingi Kabag Humas dan Kasat Narkoba menunjukkan barang bukti beserta pelaku penjual narkoba jenis sabu dan pil koplo saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Kamis (9/8).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Banyumas berhasil menangkap dua orang penjual narkoba jenis sabu-sabu dan dua orang penjual psikotropika. Dari tangan keempat tersangka polisi mengamankan 8 gram lebih sabu-sabu dan puluhan butir psikotropika.

Menurut keterangan Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIk kasus penangkapan tersangka penjual sabu-sabu sebanyak delapan gram lebih, saat polisi menangkap seorang tersangka berinisial GY (24), warga Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur pada tanggal 21 Juli 2018. Penangkapan bermula dari polisi mendapati informasi warga jika tersangka GY memiliki sabu-sabu.

Mendapati informasi tersebut kemudian pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap GY sekitar pukul 21.30 WIB. Dari tangan GY polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 0.93 gram yang dari pengakuannya didapatkan dari tersangka berinisial IAA (25), warga Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur.

Setelah berhasil mengorek informasi tersebut kemudian polisi mencari lokasi keberadaan IAA pada tanggal 22 Juli 2018, dan berhasil mengamankan IAA di kediamannya. Dari tangan IAA polisi berhasil menyita barangbukti sabu-sabu seberat 8,36 gram yang terbagi dalam lima bungkus plastik kecil transparan.

 

“Barang tersebut didapatkan dari luar daerah, kita sedang melakukan pengusutan lebih lanjut. Apakah dijual di wilayah Banyumas atau juga ke tempat lainnya,” kata Kapolres.

 

 

Atas perbuatannya IAA dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subside pasal 112 ayat (2) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 62 UU RI No 5 tahun 1997 tnetang psikotropika dengan ancaman hukuman dengan pidana mati, pidana seumur hidur, atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. Sedangkan untuk GY terancam dengan primer pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subside pasal 112 ayat (1), huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

 

 

 

Selain menangkap kedua penjual sabu-sabu, polisi juga mengamankan dua orang penjual obat psikotropika yang berinisial TH (29), warga Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan dan GMW (24), warga Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur. Penangkapan keduanya dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman sebelah timur air mancur, Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan.

 

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapati informasi masyarakat, kemudian pada tanggal 16 Juli 2018 polisi mengejar tersangka TH, setelah berhasil menangkap TH kemudian polisi menangkap tersangka GMW. Dari tangan keduanya polisi menyita barang bukti satu strip tramadol dimana berisikan 10 butir, enam strep tablet tramadol HCI 50 mg, satu buah handphone, uang tunai Rp 90 ribu, sepeda motor yang digunakan sebagai sarana, dan uang tunai Rp 10 ribu diduga hasil penjualan.(san)