PURWOKERTO, SATELITPOST-Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) menjalani tes urine dalam rangka pencegahan peredaran narkoba di lingkungan pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Senin (25/11). Kegiatan ini pun diadakan untuk yang pertama kalinya.

Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Jasun mengatakan kegiatan tersebut adalah proses skrining atau deteksi dini penyalahgunaan napza bagi ASN di lingkungannya. “Yang disasar adalah seluruh pegawai, baik itu yang PNS maupun non PNS. Kita skrining untuk mengetahui apakah ada yang diduga menyalah gunakan napza atau tidak,” katanya, Senin (25/11).

Menurut Jasun, tes yang dilakukan adalah seluruh karyawan Dinkes, sedangkan untuk pejabat struktural sudah dilakukan tes pada beberapa bulan yang lalu. “Jumlahnya ada 67, diikuti seluruh pegawai non struktural. Kita lakukan hari ini mulai jam setengah delapan pagi,” katanya.

Kegiatan tersebut menurut Jasun, seharusnya dilakukan setahun sekali. Harapannya agar nanti bisa dilaksanakan berkelanjutan. Karena sesuai amanatnya untuk pemeriksaan ini pemerintah daerah supaya melaksanakan skrining bagi pegawainya.

“Itu arahan dari atas, dasarnya Permendagri nomor 12 tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Jika ada yang kedapatan positif dari tes ini nantinya akan digali informasinya oleh BNN apakah dia korban atau lebih dari sekedar korban, jika korban maka agar kemudian dilakukan rehabilitasi,” ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Banyumas, Wicky Sri Erlangga saat dihubungi terpisah memaparkan data hasil dari tes yang dilakukan di Dinkes. “Dari 67 pegawai yang mengikuti pemeriksaan urine tersebut, seluruhnya negatif mengandung napza. Alat tesnya menggunakan napza 3 parameter (THC/ganja, MET/shabu dan AMP/ekstasi),” katanya. (ank)