WARGA mengunjungi kawasan wisata alternatif di Taman Bale Kemambang Purwokerto, Selasa (26/11). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST- Wacana perluasan Taman Bale Kemambang yang sudah digemborkan sejak tiga tahun lalu belum kunjung terealisasi. Alasannya, rupiah untuk pembangunan belum kunjung dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Suwondogeni mengakui, perluasan Taman Bale Kemambang sudah direncanakan sejak tahun 2016. Hanya saja setiap tahunnya tak kunjung dianggarkan karena masih ada pembangunan lainnya yang dinilai lebih prioritas.

“Sebenarnya kalau tahun 2020 ada anggaran bisa dilaksanakan, orang DED nya sudah ada. Hanya saja tahun 2020 kita belum mendapat pos anggaran untuk perluasan itu. Sehingga mungkin untuk tahun 2020 kita sifatnya hanya pemeliharaan saja. Tidak ada penambahan wahana atau mungkin rekreasi baru dan sebagainya,” katanya.

Jika mengacu pada DED yang sudah dibuat, menurut Wondo hanya akan dibangun perluasan yang berbasis pada edukasi air. Selain itu juga akan dibuat pengetahuan mengenai tanaman yang mengacu pada taman rekreasi keluarga.

” Soalnya paling tidak membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Sedangkan tanah yang akan digunakan itu bekas bengkok kelurahan jadi milik pemerintah daerah. Makanya kita tidak membutuhkan anggaran untuk pembebasan lahan,” ujar dia.

Menurut Wondo ada sektor lain yang lebih membutuhkan anggaran lebih banyak. Seperti yang sedang dibangun pemda pada jalan tembus Gerilya-Soedirman yang anggarannya tidak sedikit. Jadi Dinporabudpar Banyumas tidak menganggarkan banyak pada tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) Bappeda Kabupaten Banyumas, Joko Purwoko mengatakan, rencana pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Bale Kemambang memang sudah ada. “Di RPJM kita, pengembangan tempat wisata dan RTH pasti ada,” ujarnya.

Rencana ini muncul lantaran target untuk RTH publik hingga kini belum tercapai.  “Mungkin sekarang baru dibangun separuhnya dari konsep awal yang ada. Manakala itu disepakati untuk kembali dikembangkan, kita perlu identifikasi lahan,” ujar dia.

Dinas Harus Bikin Skala Prioritas

Menyoal penganggaran proyek perluasan Bale Kemambang, Anggota Komisi 4 DPRD Banyumas, Arief Dwi Kusuma Wardhana juga angkat bicara. Menurutnya, jika memang dianggap penting dan perlu segera dikerjakan, Dinas terkait seharusnya mampu mengawal usulan tersebut.

“Perluasan Bele Kemamang itu kan bisa menambah kapasitas ruang terbuka hijau. Kami akan dorong untuk bisa jadi skala prioritas,” ujar pemuda yang akrab disapa Pangky ini.

Menurutnya, jika DED (Detailed Enginering Design) proyek tersebut sudah dibuat, maka bisa dikatakan rencana tersebut merupakan hal yang penting. Sebelumnya, dinas pun dipastikan sudah membuat kajian terlebih dahulu.

“Jadi yang penting dijadikan prioritas oleh dinas tersebut, lalu dikawal. Nanti pas rapat  kerja sama Komisi 4 harusnya disampaikan oleh dinas,” ujar dia. (pan)