KEPALA Dinhub Kabupaten Banyumas, Sugeng Hardoyo secara simbolis menyerahkan berkas dan kunci bus bantuan dari Kementrian Perhubungan di Kantor Dishub Banyumas, Kamis (6/12).SATELITPOST/SHANDI YANUAR

PURWOKERTO, SATELITPOST-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas menargetkan bus sekolah untuk mengantar dan mejemput siswa ini akan mulai beroperasi pada akhir April. Direncanakan gratis, bus sekolah ini akan digunakan di wilayah yang belum terlayani angkutan umum, yakni di sekitar Kecamatan Somagede, Banyumas.

“Kami sudah mengurus proses administrasi dokumen kendaraan dan sudah diproses di Samsat Purwokerto, tapi belum selesai karena sempat ada kendala pembiayaan. Jadi proses pergeseran APBD dulu,” kata Kasi Angkutan Dishub Banyumas, Taryono, Kamis (11/4).

Menurutnya, Dishub saat ini tengah mengebut berbagai persiapan untuk operasional bus sekolah tersebut. Satu di antaranya yakni pembangunan halte yang sedang dalam proses perakitan. “Kami usahakan akhir April, setelah Pilpres langsung sosialisasi,” katanya.

Ia menambahkan, untuk jalur berangkat start dari Halte Kemawi-Halte Klinting-SMP 2 Somagede-SMK Muhamadiyah Somagede-SMPN 1 Somagede-SMPN3 Banyumas-PPPI Miftahusalam Banyumas-SMKN 1 Banyumas-SMA Banyumas-SMKN 2 Banyumas-SMPN 1 Banyumas-SMKN 3 Banyumas-SMP Purnama 2 Banyumas dan SMP N 2 Banyumas.

“Untuk jalur pulang ada 2 Bus yaitu Bus 1 start SMPN 1 Somagede- SMK Muhamadyah Somagede-SMP 2 Somagede- Halte Klinting dan Finish di Halte Kemawi. Sedangkan Bus 2 start di SMPN3 Banyumas- PPPI Miftahusalam Banyumas-SMKN 1 Banyumas-SMA Banyumas-SMKN 2 Banyumas-SMPN 1 Banyumas-SMKN 3 Banyumas-SMP Purnama 2 Banyumas dan SMP N 2 Banyumas- SMP 2 Somagede- Halte Klinting dan finish di Halte Kemawi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Banyumas, Sugeng Hardoyo menjelaskan, bus sekolah yang akan dioperasionalkan merupakan bantuan dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada Desember lalu. Bus tersebut akan digunakan sebagai angkutan perintis untuk mengangkut siswa sekolah yang tempat tinggalnya tidak dilalui angkutan umum.

“Jadi ini program Kemenhub, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Darat. Dari kementerian memperhatikan kebutuhan wilayah, ini dimaksudkan untuk membantu siswa sekolah yang di wilayah domisilinya tidak ada trayek angkutan yang mengangkut mereka. Mereka butuh sarana transportasi, ini rencananya gratis,” katanya.

Menurutnya, wilayah yang selama ini tidak terlayani angkutan umum tersebar di beberapa wilayah. Satu di antara wilayah yang tidak terlayani angkutan umum adalah wilayah sekitar Kecamatan Somagede. (nns)