Ketua KPU Banyumas didampingi Komisioner membacakan hasil rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilihan Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) di Oemah Daun Cafe & Resto Purwokerto ,Kamis (13/9).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO,SATELITPOST-Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 berkurang sejumlah 2.044 dari DPT sebelumnya yang ditetapkan 1.332.434 atau menjadi 1.330.390 pemilih. Ini dipastikan setelah rapat pleno untuk menanggapi hasil temuan Bawaslu Kabupaten Banyumas terkait pemilih ganda di Kabupaten Banyumas.

“KPU pada akhirnya harus melakukkan rekapitulasi untuk rekomendasi dari Bawaslu terkait dengan data yang ada dalam DPT,” kata Ketua KPU Banyumas, Unggul Warsiadi.

Adanya perbaikan dalam DPT, kata dia, sebenarnya tidak ada di dalam peraturan perundang-undangan dan seharusnya DPT menjadi daftar final pemilih untuk Pemilu 2019. Namun, dengan adanya temuan ini, harus dilakukan lagi rekapitulasi DPT hasil perbaikan (DPTHP).

“Pada temuan bawaslu ada 6.777 pemilih ganda yang direkomendasikan ke KPU, kemudian yang nyata tidak memenuhi syarat (TMS) hasil rekapitulasi dari KPU ada 2.044 yang harus disingkirkan dari DPT,” katanya.

Menurutnya, beberapa data yang disampaikan Bawaslu dan diberitakan sebelumnya yang sebanyak 6.777 pemilih ganda merupakan data yang sudah terverifikasi. “Tidak semua data mereka (bawaslu, red) betul-betul ganda. Yang nyata sebanyak 2.044,” katanya.

Unggul menjelaskan, sumber data untuk penetapan DPT adalah berasal dari berbagai pihak. Kegandaan ini, kata dia, juga terlihat dalam aplikasi sistem daftar pemilih (Sidalih). Ia mencontohkan, ketika pemilih pemula dimasukkan dalam DCT melalui Sidalih, tetapi ketika dimasukkan dua kali tetap bisa masuk dalam sistem.

Dengan adanya perbaikan DPT ini, Ia memprediksi akan adanya perbaikan-perbaikan lagi selanjutnya. Pasalnya, dengan masih menyisakan waktu yang cukup lama, kemungkinan akan adanya perubahan data akan sangat memungkinkan.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyumas, Saleh Darmawan yang juga hadir dalam rapat pleno tersebut mengatakan pihaknya menemukan kegandaan ini berawal dari temuan Panwascam dan pengawas desa yang menemukan adanya nomor kartu keluarga, nomor KTP yang sama untuk dua orang yang berbeda.

“Kejadian sama NIK ini juga saya alami sendiri dimana NIK saya sama dengan NIK milik Pak Ismono. Ini tentu menjadi permasalahan, sehingga harus dilakukan verifikasi faktual,” katanya.

Terkait dengan perbaikan dalam DPT ini, Saleh mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pencermatan terhadap DPT untuk pemilu 2019. “Pemilu masih delapan bulan lagi, jadi sangat mungkin ada perubahan seperti orang yang meninggal dunia. Jadi kami akan terus memelihara DPT sampai 30 hari sebelum pelaksanaan pemilu, ini yang disampaikan Bawaslu RI ke kami,” katanya.

Ia berharap DPT yang valid dan bersih, tidak dimanfaatkan oleh kepentingan yang tidak sesuai dengan semangat pemilih.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu merekap jumlah pemilih ganda yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kabupaten Banyumas menjadi yang tertinggi se-Jawa Tengah, dengan 6.777 temuan. Sedangkan untuk tingkat Jawa Tengah, ada 44.066 pemilih ganda dari 35 Kabupaten/Kota. (nns)