REKTOR UMP dan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah mengawali deklarasi anti mafia bola dalam penutupan liga HW 2019 zona 2 Jateng UMP, Senin (2/12).

PURWOKERTO, SATELITPOST-Liga Hizbul Wathon (HW) 2019 zona 2 Jawa Tengah sukses digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada 30 November sampai 2 Desember 2019. Sebagai tuan rumah Liga HW zona 2 Jawa Tengah, UMP memberikan yang terbaik untuk kesuksesan dan kelancaran kompetisi nasional yang digelar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) ini.

Setelah sukses menggelar Liga HW zona 2 Jawa Tengah ini, di UMP, Rektor UMP Dr Anjar Nugroho bersama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Peserta Liga HW Zona II (pemain, suporter), beserta Polri dan TNI juga menggelar Deklarasi Anti Mafia Bola bertajuk ‘Muhammadiyah untuk Bangsa, Sepak Bola untuk Indonesia’.

Mereka menuntut para mafia bola pengatur skor sepak bola segera ditangkap dan diadili. Angkatan Muda Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah juga siap dilibatkan dalam monitoring dan mengontrol kinerja PSSI. Serta siap bekerjasama dengan Pemerintah melakukan perbaikan pengelolaan sepakbola di Indonesia.

Rektro UMP, Dr Anjar Nugroho yang juga Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Tengah berharap sepak bola di Indonesia terus maju. “Jadi siapapun yang menghalangi kemajuan sepak bola Indonesia termasuk adanya mafia, dan pengatur skor dan lain sebagainya agar tidak kembali terjadi,” katanya.

Kerena hal tersebut menurut dia yang menghambat kemajuan sepak bola Indonesia. Liga HW yang digelar di UMP ini juga sebagai satu upaya untuk mengembalikan peran Muhammadiyah dalam mengambil jalur dakwah melalui sepak bola.

“Kegiatan ini kami harapkan mampu menjadi ladang dakwah Muhammadiyah dalam ranah sepak bola dan menghasilkan kader yang bukan cuma sehat rohani namun juga sehat jasmani, serta dapat menghasilkan kader yang siap bersaing dalam kancah persepakbolaan baik itu di daerah maupun nasional,” ujarnya.

Menurutnya kompetisi tersebut sangat positif sebagai wadah kegiatan Kader Muda Muhammadiyah untuk mengingatkan kembali tentang nilai falsafah yang terkandung dalam sepakbola ini, terutama kerjasama dan loyalitas dalam tim. Ia juga berharap, ke depan, liga HW akan terus berkembang serta dapat meningkatkan hingga mampu membuat  lagi sekolah sepakbola liga HW. “Jadikan kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi antar kader dan yang perlu diingat adalah tetap menjunjung sportivitas dalam setiap pertandingan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan melalui AMM, Muhammadiyah mencoba menggelorakan kembali olahraga sepak bola di kalangan Muhammadiyah melalui Liga HW 2019. “Liga HW ini dilaksanakan secara Nasional dengan empat Zona. Zona pertama di Jakarta, Zona kedua di UM Purwokerto Jawa Tengah, zona tiga di Jawa Timur, dan Zona empat nanti di Jogja. Setiap juara grup dan runer up nanti akan kita ikutkan di Zona Tingkat Nasional,” ujar dia.

Dia menyatakan, digelarnya Liga HW ini selain menyongsong muktamar Muhammadiyah di Solo, juga untuk mengembalikan peran Muhammadiyah dalam pengembangan olahraga sepak bola. ”Bagaimana pun, Muhammadiyah memiliki peran besar dalam sejarah awal perkembangan sepak bola Indonesia,” katanya.

Peran Muhammadiyah pada awal perkembangan sepak bola di Tanah Air ini, dirintis oleh tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo dengan mendirikan Kauman Voetbal Club (KVC) yang  kemudian bermetamorfosis menjadi persatuan sepak bola Hizbul Wathan (PSHW). (alf)