Moetel Purwokerto berhasil pecahkan rekor dunia

MEOTEL Purwokerto by Dafam, kembali memecahkan rekor dunia membuat tumpeng mendoan terbesar dan tertinggi di dunia. Pemecahan rekor dunia yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Korem Wijayakusuma, Bank Mandiri Kantor Kas Pasar Wage, dan relasi itu, digelar di halaman hotel, Minggu (18/8) lalu. Rekor tersebut, tercatat di Lembaga Pemecahan Rekor Indonesia dan Dunia (LEPRID).

General Manger Meotel Purwokerto by Dafam, Andre H Binawan mengatakan, pemecahan rekor dunia tumpeng terbesar dan tertinggi itu dilakukan untuk memeriahkan HUT ke 74 RI termasuk rangkaian roadmap 3rd anniversary Meotel Purwokerto by Dafam dan menyambut HUT Korem Wijayakusuma.

“Tumpeng mendoan ini awalnya kita buat setinggi 7,4 meter sesuai HUT RI, tapi ternyata lebih tinggi menjadi 7,9 meter. Tersusun dengan 16 ribu mendoan,” ujar dia.

Selain itu, kata dia, sebagai bagian dari warga Banyumas, Meotel Purwokerto ingin mendengar pameo belum ke Purwokerto kalau belum makan mendoan.

“Ke depannya ingin ada efek domino, dengan mendoan ini ada daya tarik ke Purwokerto menjadi tujuan wisata. Dan jangan sampai makanan khas Indonesia ini, diakuisisi negara tetangga,” katanya.

Perwakilan manajemen Dafam Hotel Manajemen, Handono S Putro, memberikan apresiasinya kepada Meotel Purwokerto by Dafam. “Semoga mendoan ini menjadi satu tujuan orang ke Purwokerto,” ujarnya.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, mendoan merupakan makanan asli Banyumas selain makanan khas lainnya. Di beberapa daerah, juga ada mendoan tapi dengan cita rasa yang berbeda.

“Keunikan dan kelezatan mendoan, menjadi sangat digandrungi masyarakat. Ini merupakan satu potensi Banyumas yang juga harus dijaga,” kata dia.

Dalam pemecahan rekor dunia tersebut, masyarakat bisa menikmati mendoan secara cuma-cuma yang disediakan di dekat tempat penggorengan. Masyarakat yang menyaksikannya, juga berkesempatan mendapatkan aneka doorprize seperti kulkas, TV LED dan lainnya. (alfi@satelitpost.com)