SEJUMLAH pasangan mengikuti kegiatan nikah massal yang diselenggarakan relawan lintas sektoral di rumah makan Kedai Banyumasan Purwokerto, Senin (2/12). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Sebanyak enam pasangan kumpul kebo dinikahkan secara massal dan cuma-cuma oleh relawan lintas komunitas di KUA Purwokerto Selatan, Senin (2/12). Acara tersebut diawali dengan prosesi ijab dan dilanjutkan resepsi massal di rumah makan Kedai Banyumasan.

Ketua Panitia Nikah Massal, Erik Setiyanto mengatakan, agenda kemarin digelar setelah dirinya mendapati fakta bahwa di Kampung Rahayu banyak orang yang hidup bersama tanpa status pernikahan. “Awalnya, kita itu sering mengadakan khitan massal di Kampung Rahayu. Lalu, kita mendapati fakta orangtua dari anak-anak tersebut belum pernah menikah secara agama ataupun negara. Atau istilahnya kumpul kebo,” kata dia, Senin (2/12).

Menurutnya, dalam agenda kemarin ada tujuh pasangan yang ambil bagian. Namun, satu di antaranya bukanlah pasangan kumpul kebo. “Satu pasangan tersebut mengaku tahu dari media sosial lalu menghubungi kita. Enam pasangan lainnya berasal dari Kampung Rahayu yang melakukan kumpul kebo,” kata dia.

Tak hanya menikahkan massal, dalam agenda kemarin juga dilaksanakan proses perceraian massal. Karena, banyak dari pasangan tersebut yang belum mengurus surat perceraian selama bertahun-tahun.

“Mereka yang berstatus duda ataupun janda belum mengurus surat perceraian dengan pasangannya dahulu meskipun sudah lama berpisah. Jadi mereka selama itu ada bermacam pasangan yang sudah hidup bersama, bahkan ada yang sudah enam belas tahun kumpul kebo,” ujar dia.

Yang unik pada pernikahan massal kali ini menurut Erik adalah ada yang usianya terpaut jauh. Laki-lakinya berusia lebih muda dari yang wanita tapi mereka sudah hidup bersama-sama. Itu yang membuat motivasi pihaknya mengadakan acara tersebut.

Dimun Senang

Dimun (60) dan pasangannya Sutrianti (37) mengaku saling mengenal sudah tiga tahun ini. Usia yang terpaut jauh tidak menghalangi niat tulusnya untuk menikah secara resmi. “Kita berdua ya senang Karena sudah tidak perlu was-was lagi. Tadi sewaktu ijab sempat gerogi karena kepikiran terus,” kata Dimun saat resepsi massal.

Ia yang sama-sama memiliki empat anak dengan pasangan barunya tersebut setelah ini akan kembali bekerja lebih giat. “Kalo anak yang dari saya kebetulan sudah mentas semua, nah anak dari istri saya ini masih kecil-kecil jadi harus memiliki perawatan lebih. Saya sangat bersyukur sekali dan berterima kasih kepada penyelenggara karena acara ini gratis semuanya,” kata dia.(ank)