KONDISI lengang akibat penutupan jalan karena perbaikan jalan di Jalan Gerilya Purwokerto, Selasa (6/11). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH KOMISIONER Bawaslu Kabupaten Banyumas memberikan sosialisasi kepada anggota dewan petahana yang akan menajalani masa reses untuk tidak berkampanye sebelum waktunya di ruang rapat DPRD Banyumas, Selasa (6/11/2018). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH.

PURWOKERTO, SATELITPOST-Perbaikan Jalan Gerilya, Kecamatan Purwokerto Selatan dikeluhkan sejumlah pedagang karena pengerjaannya dianggap memakan waktu terlalu lama. Pedagang mengungkapkan perbaikan menyebabkan pendapatan menurun lantaran pembeli penutupan jalan, Selasa (6/11/2018).

Menurut seorang pedagang kopi dan jajan yang berada di pinggir Jalan Geriya, Windu (54), saat ini warungnya terbilang cukup sepi. “Dengan ditutupnya jalan ini, tentu saja warung saya jadi sepi, kalau biasanya dari pagi sudah banyak yang datang, sekarang hanya beberapa saja warga sekitar sini saja yang mampir,” kata dia.

Meski demikian, Windu memahami jika perbaikan jalan ini juga untuk kepentingan orang banyak. Namun, dia berharap pemerintah segera menyelesaikannya. “Ini sudah dari beberapa minggu lalu, katanya selesainya itu akhir bulan Desember. Ya, mau bagaimana lagi untuk kepentingan orang banyak, kita tunggu saja sampai Desember dan lihat kelanjutannya,” ujarnya.

Sementara itu menurut Kuswantoro (49), pedagang toko sembako yang tidak jauh dari jalan tersebut mengaku merasa merugi kala ada perbaikan jalan yang memakan waktu lama. “Jika biasanya ada tukang ojek, sopir yang mampir sekadar beli rokok sama minum, sekarang sepi karena mereka memutar, hanya warga sekitar saja yang beli,” kata dia.

Sama halnya dengan Windu, Kuswantoro berharap adanya percepatan perbaikan jalan.  Ia mengatakan, warga sekitar juga merasakan dampak berkurangan perekonomian mereka akibat perbaikan jalan. “Ya memang kalau tidak diperbaiki merusak kendaraan juga dan becek. Tapi kita berharap yang terbaik dan cepat,” ujarnya.(san)