PEKERJA menebang pohon dalam proses rehabilitasi shelter PKL di GOR Satria Purwokerto, Selasa (8/10).

 

PURWOKERTO, SATELITPOST-GOR Satria Purwokerto terus bersolek. Kali ini, penataan PKL menjadi konsentrasi penataan ulang kawasan olahraga terbesar di Banyumas ini.  Untuk mempersiapkan shelter khusus bagi PKL ini, mereka bahkan mengorbankan pohon-pohon peneduh besar di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Edi Purwanto mengakui hal ini. Ia mengatakan penataan tersebut diperlukan agar PKL tak lagi menempati PKL.

Untuk penebangan pohon yang dilakukan, menurut Edi hanya untuk tempat yang nantinya akan terdampak. Tidak semuanya ditebang.

“Jadi nantinya kan tempat itu harus nyaman dan teduh, tidak dilakukan penebangan semuanya. Kalo tidak mengganggu sama sekali ya tidak kita tebang. Saya juga tetap menjaga lingkungan. Kebetulan hanya sekitar enam atau delapan itu yang kita tebang,” katanya.

“Itu bukan taman, jadi untuk mengalihkan pedagang yang ada di kompleks GOR. Selain itu juga nanti kalo pas ada even-even bisa sentralisasi kuliner di situ. Untuk menyediakan makanan para atlet-atlet baik acara kabupaten, provinsi, maupun nasional agar tidak perlu keluar-keluar,” kata Edi saat dihubungi melalui telepon, Rabu (9/10).

Menurut Edi, akan ada 18 shelter dibangun termasuk di antaranya untuk koperasi pariwisata kemudian yang berjualan di kawasan tersebut akan ditentukan melalui proses pengundian.  “Diundi yang sekarang sudah menempati di situ, jadi sudah tidak yang dari luar. Menyediakan yang sudah ada di situ,” ujar dia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengaku tidak mengetahui perihal penebangan pohon tersebut.

“Memang ditebang ya? Usahakan kalo bisa sih jangan ditebang. Saya malah tidak mendapat laporan itu. Coba nanti saya cek infonya. Paling tidak jangan semua ditebang. Memang ini sih rungkut banget kalo dilihat,” kata Asis terkejut. (ank)

PURWOKERTO, SATELITPOST-GOR Satria Purwokerto terus bersolek. Kali ini, penataan PKL menjadi konsentrasi penataan ulang kawasan olahraga terbesar di Banyumas ini.  Untuk mempersiapkan shelter khusus bagi PKL ini, mereka bahkan mengorbankan pohon-pohon peneduh besar di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Edi Purwanto mengakui hal ini. Ia mengatakan penataan tersebut diperlukan agar PKL tak lagi menempati PKL.

Untuk penebangan pohon yang dilakukan, menurut Edi hanya untuk tempat yang nantinya akan terdampak. Tidak semuanya ditebang.

“Jadi nantinya kan tempat itu harus nyaman dan teduh, tidak dilakukan penebangan semuanya. Kalo tidak mengganggu sama sekali ya tidak kita tebang. Saya juga tetap menjaga lingkungan. Kebetulan hanya sekitar enam atau delapan itu yang kita tebang,” katanya.

“Itu bukan taman, jadi untuk mengalihkan pedagang yang ada di kompleks GOR. Selain itu juga nanti kalo pas ada even-even bisa sentralisasi kuliner di situ. Untuk menyediakan makanan para atlet-atlet baik acara kabupaten, provinsi, maupun nasional agar tidak perlu keluar-keluar,” kata Edi saat dihubungi melalui telepon, Rabu (9/10).

Menurut Edi, akan ada 18 shelter dibangun termasuk di antaranya untuk koperasi pariwisata kemudian yang berjualan di kawasan tersebut akan ditentukan melalui proses pengundian.  “Diundi yang sekarang sudah menempati di situ, jadi sudah tidak yang dari luar. Menyediakan yang sudah ada di situ,” ujar dia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengaku tidak mengetahui perihal penebangan pohon tersebut.

“Memang ditebang ya? Usahakan kalo bisa sih jangan ditebang. Saya malah tidak mendapat laporan itu. Coba nanti saya cek infonya. Paling tidak jangan semua ditebang. Memang ini sih rungkut banget kalo dilihat,” kata Asis terkejut. (ank)