KASAT Reskrim Polres Banyumas (kiri) menunjukkan barang bukti sejumlah dokumen palsu yang diamankan dari tiga pelaku saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Kamis (11/10/2018). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Tiga orang sindikat pencetak kartu identitas dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Banyumas, Kamis (11/10/2018). Dari penangkapan tiga tersangka, polisi berhasil mengamankan berbagai macam barang bukti baik yang digunakan untuk mencetak maupun materialnya.

Menurut keterangan Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIk melalui Kasat Reskrim, AKP Puji Hariyanto tiga orang tersebut yakni Bingah Slamet (46), warga Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Suparno (40), warga Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, dan Slamet Musahir (45), warga Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor.

“Untuk tersangka Bingah merupakan pembuatnya, kemudian untuk tersangka Suparno dan Slamet makelarnya,” ujar Kasat.

Kasat menjelaskan mereka bisa membuat berbagai macam identitas, dari mulai e-KTP, ijazah, buku nikah dan berbagai macam tergantung pesanan dari peminatnya.”Mereka bisa membuat dokumen kependudukan seperti KTP elektronik dan akta kelahiran. Jadi NIK-nya palsu tidak beregister, untuk chipnya itu pakai chip lama, ketika dicek itu yang muncul chip orang lain,” kata AKP Puji.

AKP Puji juga menjelaskan awal mula penangkapan ketiganya bermula dari laporan masyarakat tentang pembuatan, pendistribusian dan dokumen kependudukan. Mendapati informasi tersebut, AKP Puji langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan mereka berhasil menangkap Suparno yang merupakan makelar di Alfamart kompleks Alun-alun Purwokerto.

Dari penangkapan Suparno, mereka kemudian melakukan pengembangan dan langsung menuju ke Percetakan Cometcom milik Bingah Slamet. Di lokasi tersebut polisi menemukan barang bukti serta menangkap Bingah. Tak berselang lama mereka kemudian menangkap Slamet Musahir yang ternyata berada di percetakan tersebut. “Mereka mengaku mendapat materialnya dari orang berinisial E warga Cilacap yang saat ini masuk dalam daftar buronan kami,” kata dia.

Usaha tersebut sudah dijalankan oleh mereka sejak tahun 2014, dengan ongkos Rp 250 ribu mereka bisa membuat berbagai macam identitas palsu. “Jadi by request, dua makelar ini yang mencari pelanggannya, kemudian sesuai permintaan mereka akan membuatkannya. Untuk harganya dipukul rata semuanya,” ujarnya.

Sementara itu menurut┬áKanit II Reskrim Polres Banyumas, Ipda Rizky Adhiansyah Wicaksono STrk, keberadaan mereka baru di wilayah Kabupaten Banyumas. “Namun, tidak menutupi kemungkinan wilayah lain akan ada. Saat ini masih kita kembangkan lagi,” ujarnya.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti satu monitor, CPU, printer, alat scan, alat cetak ID Card, tetikus, tinta, lem, 46 buah stempel dari berbagai instansi, stamp pad, delapan buah material e-KTP, satu rangkap plastik mika cetak gambar e-KTP, tiga buah e-KTP hasil cetak, satu bendel plastik mika, satu bendel kartu keluarga, satu bendel fotokopi kartu keluarga, satu bendel surat keterangan hasil cekat, satu lembar blangko kosong ijazah SMK.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 96A Jo 94 UU RI Nomor 24 tahun 2013 tentang perbuahan atas Undang-undang No 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan atau pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sedangkan menurut tersangka Bingah, dia menjalankan pemalsuan dokumen sejak tahun 2015 dengan permintaan dari orang-orang Kabupaten Banyumas. “Saya belajar secara autodidak, pertama saya buat di komputer, terus saya print, cetak saya lem di kartu identitas itu. Kebanyakan yang buat itu untuk mendaftar jadi TKI,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan tersangka Suparno. Ia yang merupakan makelar mengaku menerima pesanan ataupun mencari pelanggan yang ingin membuat identitas palsu. “Minggu lalu saya sudah menerima dua pesanan, bulan lalu juga sudah dua. Orang Purwokerto saja yang memesan,” kata dia.(sandi@satelitpost.com)