MAHASISWA memberi makan hewan kurban yang dijual di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Rabu (8/8).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

BANYUMAS, SATELITPOST-Hewan kurban yang ada di Kabupaten Banyumas baru tersedia sekitar 75 persen dari kebutuhan untuk perayaan Hari Iduladha 2018. Meski belum mendata secara pasti, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Kabupaten Banyumas memperkirakan untuk kekurangan stok hewan kurban biasanya akan terpenuhi pada H-7.

 

“Kalau saat ini, hewan kurban yang sudah ada di Banyumas sekitar 75 persen. Kekurangannya, atau 25 persen nantinya akan terpenuhi seminggu sebelum Iduladha,” kata Kepala Dinkannak Kabupaten Banyumas, Sugiyatno, Rabu (8/8).

 

Kekurangan sebanyak 25 persen ini diyakini akan bisa terpenuhi pada saat puncak jual-beli hewan kurban di dua pasar hewan di Banyumas yakni di Sokaraja dan Ajibarang. “Kebanyakan ini kiriman dari luar Banyumas seperti Gombong, Banjarnegara, dan ada juga yang ngambil dari Jawa Timur,” katanya.

 

 

Untuk kebutuhan hewan kurban, kata dia, berkaca pada tahun sebelumnya tercatat untuk sapi sekitar 5 ribu ekor dan untuk kambing sekitar 11 ribu ekor. Untuk tahun ini diperkirakan untuk kebutuhan tidak jauh dari angka tersebut.

 

 

Menurutnya, untuk saat ini tengah fokus untuk memberikan sosialisasi terkait pemotongan hewan kurban. “Kita sudah lakukan sosialisasi di tiga tempat, yakni di Kecamatan Ajibarang, Cilongok, dan Sokaraja,” katanya.

 

Sosialisasi ini belum mengenai kesehatan hewan melainkan bimbingan teknis bagaimana menyembelih hewan yang higienis dan halal sesuai syariat islam. Untuk itu, lanjut dia, Dinkannak menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas.

 

 

Terkait pemeriksaan kesehatan, kata Sugiyatno, Dinkannak sudah secara periodik melakukan cek kesehatan di pasar hewan. Sedangkan untuk persiapan Iduladha, akan diintensifkan seminggu sebelumnya.

 

 

“Untuk pemeriksaan kesehatan kita sudah bergerak dari lama terutama untuk cacing hati kepada para peternak 2-3 bulan lalu. Untuk pemeriksaan yang lain, yang bisa menular ke manusia. Ini akan dilakukan pada hari H untuk melihat daging yang akan disalurkan,” kata dia. (anas@satelitpost.com)