PERWAKILAN Kinderhilfe Indonesien e.V di Purwokerto berfoto bersama keluarga besar MI Maarif NU Pekuncen Lor Pasir Wetan, setelah peresmian gedung bantuan, Sabtu (6/10/2018).SATELITPOST/ISTIMEWA

PURWOKERTO, SATELITPOST-Peserta didik di MI Maarif NU Pekuncen Lor Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas kini bisa belajar dengan nyaman. Sebab, selain memiliki ruang kelas, saat ini sekolah tersebut telah memiliki aula, gudang, toilet, musala dan perpustakaan yang mendukung proses pembelajaran.

Penambahan dan renovasi tersebut bermula dari kunjungan Kepala Kantor Perwakilan Kinderhilfe Indonesien e.V di Purwokerto, Kus Hardiyanto ke sekolah dasar yang menjadi tempat belajar siswa binaannya, Nabil. Nabil merupakan anak asuh dari orangtua di Jerman yang difasilitasi Kinderhilfe Indonesian e.V.

Hardi yang prihatin terhadap kondisi fisik sebagian bangunan di sekolah itu tergugah untuk mencarikan bantuan. Pihaknya kemudian bekerja sama dengan Yayasan Fly and Help di Jerman untuk membantu pendanaan renovasi gedung di sekolah tersebut. Menurutnya, kenyamanan adalah kunci awal bagi para pelajar agar bisa belajar optimal.

Dengan fasilitas yang memadai, pihaknya berharap para peserta didik bisa belajar dengan nyaman sehingga cita-cita pendidikan tercapai. “Dengan kondisi ruang yang nyaman, fasilitas yang memadai, para siswa diharapkan bisa optimal belajarnya,” katanya.

Kinderhilfe Indonesien merupakan yayasan yang berkantor pusat di Jerman. Yayasan itu fokus memajukan pendidikan dan membantu anak-anak Indonesia dalam memperoleh hak pendidikannya. MI Maarif NU Pekuncen Lor Pasir Wetan tersebut merupakan sekolah ke-8 yang dibantu Kinderhilfe untuk renovasi bangunan.

Kepala MI Maarif NU Pekuncen Lor Pasir Wetan Riati SPdI mengatakan, bantuan renovasi ini merupakan amanat yang perlu dijaga. Ia meminta kepada seluruh warga sekolah untuk merawat dan memanfaatkan ruangan itu sebaik-baiknya. “Semoga ruangan ini bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan sekolah,” katanya.

Sementara itu, Ketua LP Maarif NU Banyumas, Dr Fauzi berharap sekolah menjaga dan merawat gedung itu dengan baik. Karena bangunan bagus sudah ada tanpa harus membangun sendiri.

“Bangunan sudah baik, tinggal merawat dan meningkatkan kualitas pendidikannya. Jangan sampai gedung sudah baik tapi gurunya kurang baik dalam mendidik. MI ini termasuknya kecil, tapi kemampuan akademiknya harus ditingkatkan, beserta capaian prestasi dan akhlaknya,” katanya. (alf)