SEKERTARIS Daerah Cilacap Farid Ma'ruf potong tumpeng saat launching Medical Check Up pekerja Migran RSUD Cilacap, Selasa (15/5).SATELITPOST/AHMAD ANDRIAN

CILACAP, SATELITPOST- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap me-launching medical check up bagi pekerja migran di Gedung Stroke Center, Selasa (15/5).

Direktur RSUD Cilacap dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, berdasarkan undang-undang tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri setiap Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) untuk memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan.

Tempat pelayananya di sebelah ruang keuangan. Kita akan evaluasi lagi kalau memang dirasa perlu tempat yang lebih luas. Sehari kita bisa (melayani, red) antara 50-60 orang.

dr Pramesti Griana Dewi

Direktur RSUD Cilacap

“Dengan di-launching ini sudah bisa dimulai ke semua negara tujuan,” ujarnya.

Layanan ini diharapkan bisa memfasilitasi dan mewujudkan pelayanan yang mudah, cepat, dan murah. Sehingga pekerja migran yang bekerja di luar negeri benar-benar dinyatakan  dalam kondisi fit atau sehat.

“Nanti tempat pelayananya di sebelah ruang keuangan. Kita akan evaluasi lagi kalau memang dirasa perlu tempat yang lebih luas. Sehari kita bisa (melayani, red) antara 50-60 orang,” katanya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji melalui Sekertaris Daerah Farid Ma’ruf mengatakan, bahwa Kabupaten Cilacap menepati urutan kedua di Jawa Tengah sebagai daerah kantong TKI atau pekerja migran. Bahkan dari awal tahun 2017 hingga bulan November tercatat sebanyak 3.730 orang mengurus permohonan menjadi tenaga kerja di luar negeri. Baik disektor formal maupun informal.

Dengan banyaknya masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri maka pemerintah kabupaten bersama unsur-unsur terkait berusaha memfasilitasi. Sehingga TKI dapat menempuh prosedur dan mekaniame sesuai ketentuan.

“Saya harapkan dengan adanya fasilitas ini, pemeriksaan tenaga asing atau tenaga Cilacap yang mau keluar negeri pelayananya lebih bagus,” ujarnya.

Diharapkan, nantinya tidak ada lagi TKI non prosedural yang akhirnya terlantar dan tidak ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai. Untuk itu RSUD Cilacap diminta agar dalam memberikan layanan pemeriksaan sesuai standar dan ketentuan. Sehingga pemeriksaan akurat dan tidak ada lagi kesalahan serta hasil pemeriksaan tersebut dapat digunakan di negara penempatan.

“Saya mengucapkan terima ksih kepada RSUD Cilacap yang telah menunjukan dedikasi loyalitas dan kerjakerasnya dalam memajukan bidang kesehatan di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri juga oleh Asisten Sekda, para Kepala OPD, Ketua Dewan Pengawas beserta anggota, kepala bagian di Sekretariat Daerah Cilacap dan Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Cahaya Fortuna Cilacap.(and)