KONDISI banjir yang terjadi usai hujan melanda MTS Baitul Muslim, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Jumat (8/2). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
KONDISI banjir yang terjadi usai hujan melanda MTS Baitul Muslim, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Jumat (8/2). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

Luapan Sungai Bener‎ di Kecamatan Kalibagor

BANYUMAS, SATELITPOST-Hujan deras yang terjadi semalam hingga tadi pagi membuat Sungai Bener‎ di Kecamatan Kalibagor meluap, Jumat (8/2). Luapan air mengakibatkan MTs Baitul Muslim Kalibagor yang berada  Grumbul Kedung Bunder terendam hingga hampir satu meter. Siswa-siswi sekolah tersebut terpaksa diliburkan.

Kepala Sekolah MTs Baitul Muslim Wasis Fahrudin mengatakan, banjir menggenangi  halaman MTs Baitul Muslim pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.‎ Luapan air berasal dari Sungai Bener yang berada tepat disamping sekolah. Karena tidak juga surut, pihaknya ‎memilih meliburkan ratusan siswa didiknya.

“Yang terendam hanya halaman dan akses menuju ke sekolah. Air tidak sampai masuk ke dalam kelas dan masjid karena pondasinya lebih tinggi. Namun sebagai antisipasi kami terpaksa meliburkan siswa. Air baru surut sekitar pukul 12.00 WIB,” katanya.

Dampak luapan air juga mengancam satu keluarga di Grumbul Pajerukan Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor. Penghuni rumah berjumlah lima jiwa  sempat terisolir akibat rumah mereka yang diputari aliran sungai terendam banjir. Keluarga tersebut baru mendapat pertolongan dari personel Kepolisian dan Tagana Banyumas setelah air mulai surut.

“Air mulai naik sekitar pukul 05.00 WIB. Posisi rumah yang diputari aliran sungai membuat kami tidak bisa keluar karena airnya cukup deras,” kata Adi (35) penghuni rumah.

‎Ia bersama ibu serta istri dan dua orang anaknya baru bisa keluar rumah pada pukul 09.00 WIB setelah air mulai surut. Meski demikian, keluarganya enggan untuk dievakuasi dari rumah tersebut. ‎‎“Banjir  ini kan sudah musiman, jadi sudah biasa. Keluarga saya juga enggak mau mengungsi dulu. Semoga saja tidak meluap lagi,” katanya.

Sementara, Sekretaris Desa Pajerukan, Budiman mengatakan, luapan air juga merendam sekitar 7 hektare lahan persawahan Kaliputih dan sejumlah rumah yang berada di bantaran Sungai Bener atau Kali Bener.

“Air juga menggenangi jalan penghubung Pajerukan selatan dan utara (jayalatu) yang sedang dalam proses pembangunan. Kemungkinan jalan sepanjang 300 meter itu mengalami kerusakan,” katanya. (rar)