EXECUTIVE Direktor Bank Indonesia Departemen Regional II Jawa, Dwi Pranoto, secara simbolis mengawali penanaman kopi di Lapangan Desa Babadan, kecamatan Pagentan, Senin (11/2). ISTIMEWA
EXECUTIVE Direktor Bank Indonesia Departemen Regional II Jawa, Dwi Pranoto, secara simbolis mengawali penanaman kopi di Lapangan Desa Babadan, kecamatan Pagentan, Senin (11/2). ISTIMEWA

BANJARNEGARA, SATELITOST – Warga Desa Babadan, Kecamatan Pagentan melakukan penanaman satu juta kopi untuk konservasi. Kegiatan hasil kerjasama dengan Bank Indonesia tersebut, secara simbolis dilakukan di lapangan desa setempat, Senin (11/2/2019).

Kepala Desa Babadan, Wahyu Setiawati mengatakan, penanaman kopi merupakan upaya konservasi untuk lahan di wilayah mereka yang sangat rawan longsor. Bencana tanah longsor, memang menjadi ancaman bagi warga setempat sejak lama. Bahkan, pada tahun 2005 silam pernah terjadi tanah longsor dan menelan empat korban jiwa.

“Dari kondisi itu kami memilih tanaman kopi, selain untuk konservasi kopi juga memberikan nilai ekonomi tinggi. Tanaman kopi efektif mencegah erosi, karena memiliki tajuk batang berlapis sehingga tanaman ini mampu melindungi tanah dari tetesan air hujan secara langsung,” katanya.

Menurutnya, saat ini luasan lahan kopi di Desa Babadan sudah mencapai 70 hektare. Luasan lahan tersebut, akan terus bertambah seiring dengan manfaat penanaman kopi dari segi konservasi maupun nilai ekonomi.

“Dulu kami sulit untuk mengajak masyarakat menanam kopi, tetapi saat ini justru petani yang meminta bibit. Banyak pihak yang kami ajak kerjasama, termasuk Bank Indonesia lewat program penanaman sejuta kopi ini,” katanya.

Executive Direktor Bank Indonesia Departemen Regional II Jawa, Dwi Pranoto mengatakan, pengembangan kopi di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan merupakan program Local Economic Development (LED) yang digerakkan Bank Indonesia.

“Dari kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesejahteraan petani di Banjarnegara. Program pengembangan kopi ini juga sebagai upaya konservasi mengingat 70 persen wilayah Banjarnegara merupakan kawasan rawan longsor,” katanya.