SISWA SMKN 1 Kaligondang memprotes kebijakan baru terkait tarif parkir, di lapangan sekolah setempat, Rabu (10/1).SATELITPOST/AMIN WAHYUDI

PURBALINGGA, SATELITPOST-Kebijakan baru yang diberlakukan SMKN 1 Kaligondang mendapatkan protes siswa. Mereka keberatan dengan tarif parkir di sekitar sekolah. Selain itu, siswa juga menilai tidak efektif jika harus melepas sepatu ketika masuk lingkungan belajar-mengajar.

Perwakilan siswa kelas XII, Ilham Ajib mengatakan, kebijakan yang paling tidak disetujui adalah melepas sepatu selama di area gedung sekolah. Selain itu, kewajiban membayar parkir setiap hari sebesar Rp 1.000. Bagi siswa, tarif itu cukup memberatkan. “Masa sekolah pakai sepatu, sampai sekolah dilepas, tidak efektif dan ribet. Selain itu parkir yang bayar, katanya infaq, tapi itu dipatok seribu, kalau infaq kan seiklasnya,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, dia dan pelajar lainnya tidak menutup kemungkinan akan melakukan protes lagi. Karena saat ini baru kebijakan melepas sepatu yang sudah diberlakukan. “Kalau yang parkir belum dilakukan, baru yang melepas sepatu. Nggak tahu ke depannya, bisa saja nanti protes lagi,” kata dia.

Kepala SMK Negeri 1 Kaligondang, F Budi Santoso SPd MSi mengatakan, semua kebijakan yang akan di terapkan itu semua baru wacana dengan tujuan untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar di sekolah.

“Ruang belajar mengajar beserta terasnya akan dijadikan zona bersih dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mencegah polusi, memperlancar sirkulasi udara, cara yang dilakukan dengan sepatu ditata rapi sehingga proses giat belajar mengajar akan lebih nyaman,” ujarnya.

Terkait parkir bayar, ini belum diterapkan. Hal itu rencananya akan menggunakan lahan parkir milik desa. Nantinya pengelolaan dilakukan kerja sama pemuda desa dengan sekolah. Sedangkan dari infaq seribu rupiah, nantinya ada yang ada didonasikan untuk dana sosial.

“Menggunakan lahan desa, di belakang sekolah. Pengelolaan oleh karangtaruna setempat dan oleh siswa, rohis. Nantinya ada alokasi untuk dana sosial,” katanya.

Kebijakan tersebut untuk mengurangi polusi udara dan polusi suara, karena SMK N Kaligondang mengikuti akreditasi. Namun hasilnya belum mencapai akreditasi A. Sehingga akan menambah ruang hijau, untuk mewujudkan lingkungan bebas polusi udara.

“Untuk itu, sekolah mewacanakan beberapa kebijakan, di antaranya larangan knalpot bising, melepas sepatu di lingkungan kegiatan belajar, dan bekerja sama dengan desa membuat parkiran di luar sekolah,” ujarnya.

Waka Plosek Kaligondang Ipda Nurdiyanto mengatakan, sekitar 100 siswa sekolah setempat berkumpul di lapangan, Rabu (10/1). Mereka terdiri dari perwakilan setiap kelas dan jurusan. Kerumunan siswa itu mendapatkan penjagaan dari pihak kepolisian. Akhirnya, sepuluh perwakilan siswa diberikan kesempatan menyampaikan aspirasinya.

“Kalau untuk peraturan harus memiliki SIM, memakai kelengkapan kendaraan yang standar, itu memang ada aturannya juga, bahwa setiap pengendara harus mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas,” kata IPDA Nurdiyanto, Kamis (11/1).(min)