PURBALINGGA, SATELITPOST-Palang Merah Indonesia (PMI) Purbalingga khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan darah selama momen arus mudik-balik Lebaran 2018. Sebab, sampai H-5 Lebaran, stok darah yang ada tergolong minim. Padahal, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan darah pada momen Lebaran justru meningkat dibanding hari biasa.

Stok darah level waspada, ini sudah mau habis

Rizky

petugas di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Purbalingga

Seorang petugas di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Purbalingga, Rizky, mengatakatan, sampai hari Senin (11/6), stok masuk pada level waspada. Karena hanya ada 54 kantong darah yang tersedia dengan rincian golongan A 26 kantong, B 18 kantong, O ada 9 kantong, AB hanya 1 kantong. “Stok darah level waspada, ini sudah mau habis,” katanya, Senin (11/6).

Untuk stok bisa dibilang normal, setidaknya ada 20 kantong untuk golongnan A dan B. Sedangkan untuk golongan AB sampai 20 kantong, dan golongan O paling tidak sampai 32 kantong. Jumlah tersebut pun paling lama untuk kebutuhan sepekan.

“Masing-masing golongan berbeda kategori amannya, dalam jumlah stok masuk kategori aman itu untuk persediaan tidak sampai sepekan,” katanya.

Mengatasi kekurangan stok darah, lanjut Rizky, PMI sudah melakukan beberapa upaya. Di antaranya selama bulan Ramadan melakukan kegiatan donor bersama sejumlah gereja. Selain itu, menyebar undangan untuk pendonor darah.

“Kemarin selama puasa, pada minggu pertama kegiatan di gereja dapat 120 kantong, dan pada minggu ketiga di kegiatan buka puasa dan donor darah dapat 70 kantong,” ujarnya.

Kondisi ini menjadikan UTD memberlakukan sistem barter, di mana ketika ada yang membutuhkan mengambil darah di UTD, maka harus membawa ganti orang untuk mendonorkan darahnya. “Misal dari rumah sakit atau mana yang mengambil, kita anjurkan untuk membawa pendonor untuk menggantikan, terpaksa kita seperti itu,” katanya.

Dia menambahkan, selama bulan puasa, kejadian stok minim memang terjadi hampir setiap tahun. Hal itu disebabkan karena penurunan jumlah relawan yang mendonorkan darahnya. Padahal, untuk kebutuhannya justru meningkat. “Bisa saja aman, asal tidak ada kejadian luar biasa, dan beberapa hari ke depan diharapkan ada tambahan stok darah,” ujarnya. (amin@satelitpost.com)