SUMPIUH, SATELITPOST-Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi sejak Selasa (10/10) malam di wilayah Kecamatan Sumpiuh membuat aliran Kali Reja meluap. Tak hanya itu, tanggul sungai yang terletak di RT 03 RW 01, Desa Karanggedang pun jebol.

Komandan TAGANA, Banyumas, Heriana Adi Chandra mengatakan, tanggul jebol merendam beberapa rumah warga. “Yang jebol sepanjang 10 meter dengan tinggi 1,2 meter,” kata dia.

Menurutnya, banjir menggenangi beberapa rumah warga yang terbagi di beberapa wilayah. Ia merinci, di RT 3 RW 1, banjir menggenangi 25 rumah, di RT 4 RW 1 ada 10 rumah tergenang, sementara di RT 2 RW 1 ada 15 rumah yang terdampak.

Dampak paling parah dialami Cokro (70). Ia dan keluarga terpaksa diungsikan lantaran rumahnya tepat berada di jalur aliran air tanggul jebol tersebut.

Adi mengatakan, banjir tersebut hanya terjadi selama beberapa jam. Yakni, sejak pukul 06.30 sampai sekitar pukul 10.30. Ia mengatakan, sejauh ini ada beberapa  tindakan penanganan yang dilakukan oleh relawan gabungan. Antara lain, membantu pembersihan rumah warga, serta melakukan penambalan sementara terhadap tanggul jebol dengan karung bantuan dari BBWSO.

Sementara itu, Camat Sumpiuh, Abdul Kudus memberikan sedikit penjelasan terkati tanggul jebol tersebut. “Tanggul yang jebol itu yang belum dikeraskan dengan beton. Jadi sudah ada penahannya tapi beton yang tidak bertulang. Berbeda dengan tanggul yang di sisi timur,” kata dia.

Menurutnya, penanganan yang dilakukan sekarang masih bersifat sementara. Sebab, penanganan permanen hanya bisa dilakukan dengan proyek yang skalanya lebih besar. “Tapi kami sudah koordinasi dengan beberapa pihak terkait, termasuk dari BBWSO,” ujar dia.

Ia mengatakan, selain tanggul jebol, banjir juga timbul lantaran aliran sungai tidak lancar. Menurutnya, budaya warga setempat yang kerap membuang sampah di aliran sungai memiliki andil yang cukup besar dalam membuat aliran tak sempurna.(pan)

Komentar

komentar