SEPASANG Kakang Mbekayu satu perusahaan di Purbalingga mengikuti lomba peragaan busana adat di Pendopo Dipokusumo, Senin (1/5). SATELITPOST/ALFIATIN

PURBALINGGA, SATELITPOST-Ada yang berbeda dengan peringatan hari buruh internasional di Purbalingga, Senin (1/5). Hari buruh di daerah dengan puluhan ribu buruh pabrik rambut dan bulu mata palsu itu, justru dirayakan dengan lomba peragaan busana daerah.

Tak kurang dari 37 pasang kakang-mbekayu perwakilan perusahaan di Purbalingga, melenggak lenggok dengan pakaian adat bak model profesional. Mereka antusias mengikuti lomba peragaan busana adat Purbalingga yang digelar di Pendopo Dipokusumo Purbalingga.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Purbalingga, Ir Gunarto mengatakan, hari buruh internasional di Purbalingga diperingati dengan kegiatan yang mendukung dan bersifat positif. Kegiatan tersebut mengambil tema semangat hari buruh kita tingkatkan produktifitas, kompetensi dan daya saing.

“Kegiatan ini sengaja di lakukan untuk membangun kebersamaan, dukungan antara pekerja dan pemerintah, dengan diisi kegiatan yang positif dan kreatif,” kata Gunarto.

Berbagai kegiatan tersebut di antaranya, lomba antar perusahaan dengan lomba penilaian administrasi serikat pekerja di perusahaan, lomba memasak nasi goreng dan capcay, lomba peragaan busana adat Purbalingga, dan diakhiri dengan sarasehan bersama Bupati Purbalingga.

Sementara itu, ketua SPSI Purbalingga, Drs Supeno Ady Warsito mengatakan, peringatan hari buruh internasional tahun ini tidak ada demo. Pasalnya, tuntutan upah layak sesuai UMK sudah hampir seluruhnya terpenuhi.

“Kalau upah tidak sesuai UMK, kami seluruh buruh di Purbalingga akan demo. Tapi karena sudah sesuai UMK, meskipun masih ada tujuh persen yang belum, kami peringati dengan kegiatan seperti ini,” katanya.

Dalam lomba tersebut, peserta perwakilan PD Owabong menjadi juara lomba memasak, dan Sinar Cendana Abadi juara lomba peragaan busana. Masing-masing mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan senilai Rp 2 juta. Sementara untuk juara dua, masing-masing mendapatkan Rp 1,75 juta dan Rp 1,5 juta untuk juara 3.

“Kami berharap momentum ini diperingati dengan damai, edukasi, diskusi dan sharing hal-hal selama setahun ke belakang, dan merancang setahun ke depan. Tidak perlu demo atau aksi dan lainnya,” kata Tasdi, Bupati Purbalingga.(alf)