RIBUAN kepala dan perangkat desa serta masyarakat Banjarnegara, padati Alun-alun Banjarnegara saat aksi menolak premanisme berkedok LSM, Senin (11/2). SATELITPOST/MAULA
RIBUAN kepala dan perangkat desa serta masyarakat Banjarnegara, padati Alun-alun Banjarnegara saat aksi menolak premanisme berkedok LSM, Senin (11/2). SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Ribuan kepala dan perangkat desa di banjarnegara, menggelar aksi penolakan terhadap tindakan premanisme oleh oknum yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Banjarnegara, di Alun-alun Banjarnegara, Senin (11/2/2019).

Selain itu, lebih dari 10 ribu warga masyarakat juga meramaikan aksi penyampaian aspirasi terkait keresahan sejumlah kepala dan perangkat desa terkait adanya premanisme berkedok LSM tersebut.

Koordinator aksi, Heri Setyo Pranandi mengatakan, selain menyuarakan penolakan premanisme berkedok LSM, para kepala dan perangkat desa serta sejumlah linmas dan masyarakat desa, juga sepakat menjaga iklim kondusifitas menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Massa yang tergabung dalam Forum Kepala Desa dan Perangkat Desa (FKPD) ini, juga siap bersatu melawan hoaks serta aksi premansime yang mulai masuk ke desa-desa.

“Sebagai ujung tombak pemerintahan, kami menolak premanisme LSM, berita hoaks dan menangkal isu sara. Para kepala desa dan perangkat desa, linmas dan masyarakat desa, siap bersatu untuk melawan,” katanya.

Menurutnya, akhir-akhir ini desa sering dibuat resah oleh oknum yang mengatasnamakan LSM. Padahal, saat ini desa sedang giat-giatnya membangun sesuai dengan visi-misi pembangunan desa yang disingkronkan dengan program pemerintah daerah. Namun sering ada oknum yang mengatasnamakan LSM tertentu datang meminta audiensi, meminta data-data, dan lain-lainnya yang justru mengganggu perangkat desa.

Ketua FKPD Banjarnegara, Renda Sabita Noris dalam orasinya menyatakan, bahwa para kepala desa tidak anti kritik dan menolak LSM. Pemerintah desa terbuka untuk kritik dan pengawasan, asal sesuai prosedur dan aturan yang ada. Namun yang sering terjadi, oknum LSM tersebut ujung-ujungnya hanya bertujuan mencari-cari kesalahan dan sudah meresahkan.

“Yang kita perangi adalah aksi premanismenya, bukan LSM nya. Kami perangkat desa Kabupaten Banjarnegara, siap bersatu untuk menghadapinya,” ujarnya.