WAKIL Bupati Banjarnegara Syamsudin saat menjadi inspektur upacara di SDN I dan IV Muhammadiyah Banjarnegara, Senin (4/12)

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus mampu menjadi pusat kebudayaan dan pembelajaran. Untuk itu, peranan guru menjadi penting dalam pembelajaran. Tidak hanya mengajar, tetapi guru juga harus mampu menjadi teladan bagi para muridnya.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, saat upacara di SDN I dan IV Muhammadiyah Banjarnegara yang telah ditetapkan sebagai sekolah Wiyata Mandala di Banjarnegara, Senin (4/12).

“Guru dan lingkungan sekolah, harus mampu memberikan inspirasi bagi para siswanya. Perilaku pendidik menjadi teladan, baik dalam bertutur kata, bersikap, dan dalam melakukan hal apapun,” ujarnya.

Menurutnya, guru juga harus mampu memberikan gambaran sejarah pada beberapa tokoh yang biasanya banyak terpasang di tembuk-tembok kelas. Seperti adanya gambar tokoh Muhammadiyah KH Ahmad Dahman, guru harus mampu menceritakan kepada siswanya tentang perjuangan dan perilaku tokoh tersebut. Sehingga, kelak para siswa mampu menjadi pribadi unggulan yang mampu mewarnai kehidupan bangsa dan negara.

Tidak hanya itu, para guru juga diajak untuk tidak melakukan tindakan yang memberatkan siswa. Termasuk menjauhi hal yang dapat merusak citra pendidikan, seperti adanya tindakan pungutan liar atau gratifikasi.

“Guru tidak dianjurkan memungut biaya les kepada siswa. Ketika ada kegiatan karya wisata atau study tour, para guru harus bayar sendiri. Persoalan sudah dianggarkan sekolah, silakan! Intinya, guru tidak boleh memanfaatkan uang para murid,” katanya. (oel)

Komentar

komentar

BAGIKAN