ROMBONGAN Plt Bupati dan Forkompinda meninjau lokasi pembangunan Jalan Makadam program TMMD, di Desa Kaliori, Selasa (10/7). HUMAS PEMKAB
ROMBONGAN Plt Bupati dan Forkompinda meninjau lokasi pembangunan Jalan Makadam program TMMD, di Desa Kaliori, Selasa (10/7). HUMAS PEMKAB

PURBALINGGA,SATELITPOST-Warga Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar berharap Pemkab Purbalingga membangunan jembatan penghubung ke Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang. Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan warga untuk memudahkan akses dua kecamatan tersebut. Termasuk juga untuk mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Kaliori, Ada Subarkat mengatakan secara geografis, desanya cenderung terpencil atau jauh menuju pusat kota. Ia berharap Pemkab Purbalingga bisa merealisasikan pembangunan jembatan penghubung Kaliori – Pagerandong. Adanya jembatan tentu akan mempersingkat waktu tempuh aktivitas masyarakat.

“Tentunya sangat menyingkat jarak tempuh, baik menuju desa sebelah, maupun menuju pusat kota, karena tidak perlumuter panjang,” kata Subarkat.

Adanya jembatan selain memudahkan akses, tentu bisa mendukung perkembangan perputaran ekonomi masyarakat. Tidak adanya jembatan, lanjut Kades, menjadikan Desa Kaliori terasa menjadi desa yang sangat terpencil. Hal itu mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan program ini bisa berkesinambungan untuk bisa dilanjutkan pembangunan jembatan dan dijadikan jalan kabupaten untuk dikelola pemkab. Dengan akses baru itu, sehingga diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaliori yang saat ini masih tertinggal,” kata Subarkat.

Kebutuhan jembatan penghubung itu terungkat saat Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon bersama rombongan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purbalingga meninjau langsung lokasi TMMD. Satu di antara progra TMMD kali ini adalah pembangunan jalan makadam. Pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter itu berujung di tepian Sungai Gintung, yang memisahkan Desa Kaliori dengan Desa Pagerandong.

Pada kesempatan itu juga, Tiwi menyatakan akan menindaklanjuti saran dari Pemerintah Desa Kaliori terkait perlunya pembangunan jembatan untuk menghubungkan dua desa tersebut. “Kami rencanannya akan melakukan pembahasan terlebih dahulu dengan DPUPR dan Bapelitbangda terkait dengan rencana pembangunan jembatan ini,” katanya.

Tiwi mengatakan, pada pembahasan tersebut, nantinya akan dianalisis. Bagaimana kelayakan dan berapa anggaran yang dibutuhkan. Jika memang memungkinkan, nantinya akan dimasukan pada APBD 2019.

“Dari pembahasan itu nanti kita ketahui besaran anggarannya, jika memang memungkinkan maka akan dimasukan ke APBD 2019,” kata Tiwi.

Diketahui, TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2018 dimulai pada Selasa (10/7). Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andi Bagus Dian Arika menjelaskan, selain pembangunan fsik, juga akan dilaksanakan program non fisik.

TMMD ini akan berlangsung mulai 10 Juli sampai dengan 8 Agustus 2018, melalui gotong royong dari TNI bersama-sama masyarakat. Andi berharap pembangunan ini bisa selesai tepat waktu dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada perangkat desa termasuk masyarakat yang dalam 10 hari kemarin telah antusias gotong royong mempersiapkan pra TMMD,” katanya. (min)