Ilustrasi

PATIKRAJA, SATELITPOST-Seorang pria yang mengaku sebagai wartawan SatelitPost melancarkan aksi penipuan dan pemerasan. Terbaru, ia meminta sumbangan dalam bentuk uang dan barang di Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Selasa (5/11).

Menurut Bendahara Desa Kedungwuluh Lor, Rima Yulianti, orang itu memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 165-170 cm, kulitnya agak hitam dan menggunakan rantai dompet. Rima menjelaskan, pria ini pertama kali datang pada Senin (4/12) dan langsung minta bertemu bendahara desa. “Kemarin yang menemui itu pak Kades, kebetulan saya lagi dalam perjalanan dari luar kota, katanya nyariin bendahara desa,” ujarnya.

Kemudian oleh Kades pria tersebut diminta untuk kembali keesokan harinya karena Rima tidak berada di kantor desa. “Kemudian hari ini datang lagi, dan kebetulan saya yang langsung menemuinya. Saya tanya keperluannya apa, dari mana, saya juga mintakan untuk menulis di buku tamu, dia mengaku dari SatelitPost, kalau di buku tamu dia mengisi di kolom nama dari BBTKL Safet Adiaksa, kemudian instansinya dari Media SatelitPost (LSM Kompak), keperluannya katanya kontrol sosial,” kata dia.

Merasa curiga, Rima meminta surat tugas maupun surat MoU yang resmi. Namun, pria tersebut tidak bisa menunjukan surat tersebut. “Saya tanya konpensasinya kalau desa menyumbang apa, apakah kemudian ada prestasi desa yang diberitakan, dia bilang tidak karena ini jalurnya bukan resmi. Kami tidak mau memberi karena desa tidak bisa mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas,” ujarnya.

Tidak sampai situ, menurut Rima, pria tersebut mengaku dari Semarang, padahal Rima tahu betul bahwa media SatelitPost  bukan berasal dari Semarang. “Saya setidaknya kan tahu tentang SatelitPost jadi tidak mungkin kalau dari Semarang,” kata dia.

Direktur Operasional SatelitPost, Mahmud Amron mengaku sangat menyesalkan kejadian permintaan sumbangan yang terjadi di Balai Sesa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Apalagi orang yang datang tersebut mengaku dari koran SatelitPost.

“Padahal, kami tidak pernah meminta sumbangan dalam bentuk apapun, seperti yang terjadi di desa tersebut. Sehingga jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan SatelitPost dan meminta bantuan berupa barang atau uang, segera saja dilaporkan ke pihak kepolisian karena itu adalah pemerasan,” katanya.

Dia mengatakan, masyarakat tidak perlu merasa takut jika didatangi oleh oknum wartawan. Masyarakat juga berhak menanyakan identitas wartawan yang datang ke tempatnya untuk memastikan apakah orang tersebut memang benar seorang wartawan.

Dia menambahkan, SatelitPost juga akan melaporkan kejadian permintaan sumbangan di Balai Desa Kedungwuluh Lor ke aparat kepolisian. Sebab, selain pencemaran nama baik, pencatutan nama juga sangat merugikan SatelitPost.

“Kami segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti persoalan ini. Jika hal semacam ini dibiarkan, maka yang dirugikan bukan hanya media saja, tetapi kredibilitas wartawan juga tercoreng,” katanya. (san/lil)

Komentar

komentar

BAGIKAN