Buku Surat Dalam Balon

Kasus bullying, diakui atau tidak, masih marak di kalangan anak-anak dan remaja. Entah itu di lingkungan sekolah, tempat bermain, dan lain sebagainya. Artinya, bullying masih menjadi persoalan yang belum tuntas. Dibutuhkan edukasi dari para orangtua atau guru pada anak agar menjauhi segala sikap, tindakan, maupun perkataan yang menjurus bullying kepada temannya. Sebab, bullying akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak.

Kebanyakan, anak korban bullying merasa terkucil atau terasing. Mereka merasa malu dan takut untuk melawan atau melaporkan ejekan dari temannya pada orangtua atau guru. Hal tersebut seperti dialami oleh seekor si siput, sebagaimana dikisahkan buku ini. Buku cerita bergambar karya Dian Kristiani dan Alvin Adhi ini mengisahkan seekor siput yang terus-menerus diejek oleh si singa. Singa mengejek siput sebagai hewan yang lamban. Siput tahu, dia memang lamban, tidak seperti singa yang bisa berlari kencang. Namun siput kesal, apakah singa harus mengejeknya seperti itu?

Sialnya, singa itu terus mengejek, sehingga si siput tak tahan lagi dan menegurnya. Namun, ia takut menegur karena terbayang gigi runcing singa yang menakutkan. Siput mencari ide untuk bisa menegur singa tanpa harus bertemu dengannya secara langsung. Akhirnya, si siput mendapatkan sebuah ide. Si siput mengambil kertas lalu menulis pesan, “Menyebut kekurangan teman itu tidak baik,” tulisnya dalam selembar kertas. Kertas itu kemudian digulung lalu dimasukkan dalam balon karet. Siput meniup balon tersebut sekuat tenaga. Ia hendak mengirim balon tersebut ke rumah singa.

Si Siput keluar rumah. Ia menunggu arah angin sampai menuju ke rumah singa. Ketika angin bertiup menuju rumah singa, siput melepas balonnya. Balon tersebut memang melayang mengikuti arah angin, namun di tengah perjalanan tiba-tiba angin berubah arah. Balon tersebut malah terbang menuju rumah kerbau. Tak menyerah, Siput mengulangi usahanya. Ia kembali menulis pesan dalam selembar kertas dan memasukkannya dalam balon lalu meniupnya. Namun, lagi-lagi, saat balon itu sudah terbang, tiba-tiba berubah arah, kali ini menuju rumah jerapah.

Setelah mendapati balon dan membaca pesannya, kerbau dan jerapah langsung menemui si siput. Mereka heran karena merasa tidak pernah mengejek siput. Si siput menjelaskan pada kepada mereka, bahwa surat dalam balon itu sebenarnya ditujukan untuk singa yang selalu mengejeknya dan mengatakan bahwa ia hewan yang lamban. Mendengar penjelasan tersebut, kerbau dan jerapah pun mengerti dan bermaksud membantu si siput.

Kerbau dan jerapah bermaksud menyerahkan pesan dari siput langsung pada singa. Si Siput pun setuju, asalkan kerbau dan jerapah menemaninya. Mereka bertiga pun pergi bersama menuju rumah singa dan menyerahkan balon berisi pesan tersebut. Si siput gugup dan jantungnya berdebar-debar ketika singa membuka surat dan mulai membacanya. Ia takut jika singat tidak terima dan malah semakin marah padanya. Namun, di luar dugaan, ternyata singa tidak marah. Singa tersebut justru berterima kasih karena sudah diingatkan. Singa itu juga meminta maaf pada si siput.

Kisah dalam buku ini menyimpan banyak pesan. Pertama, tentang pentingnya menghargai orang lain dengan segala kekurangannya. Meskipun dalam satu hal mungkin kita lebih baik ketimbang seseorang, kita tak boleh mengejeknya.

            Kedua, tentang bagaimana menyikapi bullying atau ejekan orang lain. Ketika mendapatkan ejekan, kita harus berani menegur orang yang tersebut atau melaporkannya pada orangtua atau guru.

            Ketiga, tentang pentingya menolong orang lain yang membutuhkan.(*)

Peresensi:
Al-Mahfud, penikmat fiksi, menulis artikel, esai, dan ulasan buku di berbagai media massa, baik lokal maupun nasional.

Judul       : Surat Dalam Botol
Penulis     : Dian Kristiani dan Alvin Adhi
Penerbit    : Kanisius
Tahun       : Cetakan 1, 2017
Tebal       : 24 halaman
ISBN        : 978-979-21-5175-6