Pada tanggal 10 November kemarin, kita memeringati Hari Pahlawan Nasional. Peringatan ini selain sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pejuang yang telah gugur demi memperjuangankan kemerdekaan, juga sebagai momentum untuk sama-sama meneladani dan menanamkan spirit kepahlawanan secara luas. Spirit kepahlawanan berarti tentang bagaimana seseorang memiliki keberanian dan kesadaran untuk berjuang dan berkorban, demi kepentingan masyarakat luas. Semangat kepahlawanan juga berbicara tentang sejauh mana kita bisa mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, demi kepentingan bersama yang lebih luas

Menanamkan spirit kepahlawanan bisa dilakukan dengan pelbagai cara. Untuk kalangan anak-anak, menanamkan spirit kepahlawanan bisa dilakukan lewat kisah atau cerita. Sebab, kita tahu bahwa anak-anak sangat menyukai cerita. Selama ini, mungkin anak-anak sudah akrab dengan sosok-sosok pahlawan (superhero) dari luar negeri, sebagaimana sering mereka saksikan di layar televisi. Sebut saja misalnya Superman, Batman, Spiderman, dll. Namun, buku berjudul Petualangan Superhero Cilik Godam dan Gundala karya Fajar Sungging dan Nawa Ria Eda ini mencoba menyuguhkan hal yang berbeda.

Di buku ini, anak-anak akan dikenalkan dengan dua sosok superhero cilik yang bukan berasal dari luar negeri, melainkan dari dalam negeri. Dua sosok superhero lokal itu bernama Godam dan Gundala. Seperti halnya superhero pada umumnya, mereka adalah superhero yang kuat dan baik hati. Bedanya, mereka adalah superhero cilik. Godam adalah superhero yang punya kemampuan untuk terbang dengan cepat. Sedangkan Gundala adalah superhero dengan kecepatan kaki, yakni bisa berlari dengan sangat cepat. Di samping itu, Gundala juga memiliki senjata berupa petir yang keluar dari tangannya.

Selanjutnya, kita akan dibawa pada kisah demi kisah ketika dua superhero cilik tersebut beraksi menumpas kejahatan dan mengalahkan penjahat. Pertama-tama, Godam dan Gundala terlibat dalam pertempuran melawan robot jahat buatan Pengkor yang gemar mengganggu anak-anak sekolah. Meskipun awalnya kuwalahan, akhirnya dua superhero cilik tersebut berhasil mengalahkan robot jahat tersebut. Kemudian, di kisah lainnya kita akan melihat perjuangan Godan dan Gundala dalam memburu pencuri hewan-hewan piaraan yang kabur dengan mobil box. Kisah berjalan menarik dan seru, lengkap dengan gambar berwarna yang pasti akan menarik di perhatian anak-anak.

Kreativitas

Menariknya, selain sarat nilai-nilai pengorbanan dan kepahlawanan, kisah di buku ini juga menyimpan nilai-nilai penting lainnya yang dibutuhkan anak-anak, seperti misalnya nilai kreativitas. Misalnya, ketika Godam dan Gundala berusaha melawan robot milik Pengkor yang sangat kuat, mereka melakukannya dengan strategi dan kerjasama yang apik. Robot buatan Pengkor yang gemar mengganggu anak-anak sekolah tersebut sangat kuat, bahkan Godam dan Gundala hampir tak mampu mengatasinya. Di saat genting itulah, mereka berdua mencoba untuk menghindar dan berdiskusi terlebih dahulu, untuk menyusun strategi.

Mula-mula, Gundala dengan kecepatannya berlari dengan sangat cepat mengelilingi robot Pengkor, sehingga robot Pengkor ikut berputar-putar berusaha menangkapnya. Gerakan berputar cepat Gundala ini sebenarnya hanya taktik untuk menarik perhatian robot pengkor. Secara tiba-tiba, saat robot Pengkor berputar sangat cepat tersebut, datanglah Godam secara tiba-tiba. Godam terbang dan menantang robot tersebut. Di tengah gerakan memutar yang cepat, Robot melakukan gerakan mendadak ke arah sebaliknya karena perhatiannya beralih ke Godam, sehingga badan robot seketika patah dan hancur. Godan dan Gundala pun berhasil mengalahkan robot tersebut.

Akhirnya, buku cerita tentang superhero cilik ini sangat menarik dijadikan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan pada anak, lewat kebaikan, pengorbanan, dan perjuangan tokoh Godam dan Gundala. Sosok Godam dan Gundala yang juga merupakan sosok anak-anak, bias jadi akan terasa lebih dekat di sisi anak-anak dibandingkan superhero-superhero lain sebagaimana banyak dikenal selama ini. Di samping itu, buku ini telah memunculkan tokoh superhero lokal yang tak kalah menarik dan hebat dari superhero dari luar negeri. Ini sekaligus mengajak anak-anak untuk lebih percaya diri dan mencintai bangsanya sendiri.(*)

Peresensi:

Al-Mahfud

Penikmat cerita dan aktif menulis artikel di media massa