Malam pun datang. Aku sedang tidur di kasur. Tiba-tiba ada cahaya datang di kamarku. Sontak, aku langsung kaget melihatnya.

“Aaa…cahaya apa itu?” ucapku sambil berteriak.

Sebuah telur datang di hadapanku.

“Wah, apa itu?” kataku sambil sedikit takut.

Lalu keluarlah seorang anak perempuan cantik dari dalam telur itu.

“Halo…” sapa anak itu.

“Ka…kamu siapa?” tanyaku.

“Namaku Diany. Kamu Kirana kan?” jawab Diani sambil balik bertanya.

“Iya, tapi dari mana kamu tahu namaku?” tanyaku lagi sambil sedikit bingung.

“Kamu tidak perlu tahu aku. Aku datang dari negeri kayangan. Sudahlah, Kirana. Sekarang sudah malam. Sebaiknya kamu beristirahat saja” ucap Diany sambil merapikan tempat tidurku.

Aku pun langsung tertidur. Walaupun sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan kepadanya.

Keesokan harinya.

“Kirana, bangun. Sudah pagi. Saatnya sekolah” kata Diany membangunkanku.

“Hoaamm… Selamat pagi, Diany” sapaku pagi itu.

“Selamat pagi, Kirana. Hari ini kamu sekolah kan?” tanya Diany.

“Iya” jawabku. Aku pun segera bangun dan beranjak dari tempat tidurku.

“Ya sudah, mari sarapan. Aku sudah membuat masakan yang lezat untukmu” ajak Diany.

Aku pun segera turun dari lantai atas dan menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama Diany.

“Wah, masakanmu enak sekali, Diany. Aku sangat suka sekali” kataku berterima kasih.

“Hehe…terima kasih” balas Diany.

Setelah sarapan aku pun segera berangkat sekolah. Diany sangat baik padaku. Sejak saat itu kami makin akrab. Dia adalah sahabat terbaikku.

Karya: Umi Restu Isrofiati

Kelas 6 Zaid bin Tsabit SDIT Harapan Bunda Purwokerto

Karangklesem, Purwokerto Selatan