ilustrasi

Piko si kura-kura memiliki kesenangan berkebun. Piko, menanam banyak pohon pisang di pekarangan rumahnya. Meskipun Piko bertubuh kecil, tetapi dia dapat melakukan semua kegiatan mulai dari mempersiapkan lahan untuk ditanami pohon pisang, merawatnya hingga berbuah. Buah pisang Piko terkenal sangat lezat. Tidak ada yang dapat mengalahkan kelezatan pisang Piko. Hal itu didengar oleh Reka raja monyet.

Reka raja monyet penasaran dengan kelezatan pisang milik Piko. Karena selama ini hanya Reka raja monyet yang memiliki pisang paling lezat dan tidak ada bandingannya. Tapi, saat ini rakyat di sekitar kerajaan sedang ramai membicarakan kelezatan pisang milik Piko si Kura-kura. Meski Reka raja monyet masih tidak percaya.

“Wahai rakyatku, apa benar ada pisang yang rasanya lezat melebihi pisang milikku yang ada di istana ini ? ” kata Reka raja monyet.

“ Tidak ada tuan raja, akan tetapi saya mendengar ada seekor kura-kura yang pandai menanam pisang . Dan katanya pisang yang ia tanam rasanya sangat lezat,” kata satu monyet yang berada di istana.

“Baiklah, para pengawal pergilah!, bawalah si Kura-kura itu kehadapanku. Akan aku buktikan tidak akan ada pisang yang rasanya lezat melebihi kelezatan pisangku di kerajaan ini,” perintah Reka raja monyet.

“ Baik, tuanku ” kata para pengawal kerajaan.

Setelah beberapa hari, akhirnya para pengawal sampai di hutan dimana Piko tinggal. Piko pun langsung di tangkap oleh para pengawal yang akan membawanya ke istana.

“ Siapa kalian?” kata Piko.

“ Kami dari istana, sang Raja menyuruh kami untuk membawamu ke istana menemui Raja” kata para pengawal.

“ Untuk apa?Apa salahku? ” kata Piko.

“ Raja ingin tahu, apakah benar pisang yang kau tanam kelezatannya benar-benar melebihi pisang kerajaan, ayo cepat ikut kami ” kata para pengawal.

“ Baiklah, aku akan ikut dengan kalian, tapi, ada syaratnya,” kata Piko.

“Apa syaratnya? ” kata para Pengawal.

“Kalian makanlah dulu pisangku ini! Aku lihat kalian sangat lelah, karena berjalan sampai berhari- hari ” kata Piko.

“ Bagaimana? Hey bagaimana? ” kata para pengawal bergantian.

“Sudahlah, aku tidak akan berbuat jahat kepada kalian, aku hanya kasihan melihat kalian kelaparan, ” kata Piko.

Para pengawal kerajaan pun akhirnya mau memakan pisang hasil panen Piko.

“ Hemmmmm, enaknya ” kata seorang pengawal.

“ Hemm, iya, enak sekali, baru pernah makan pisang yang lezat seperti ini,” sahut pengawal yang satunya.

Piko pun merasa senang ternyata para pengawal kerajaan menyukai pisangnya. Tidak lama kemudian para pengawal kerajaan membawa Piko ke istana untuk dipertemukan dengan Raja Monyet. Mereka jalan sangat lambat, karena Piko tidak bisa berjalan secepat bangsa monyet.

Setelah berhari-hari menempuh perjalanan ke istana, akhirnya Piko bertemu dengan Reka raja monyet.

“ Salam tuan, suatu kehormatan bisa ada diistana yang megah ini ” kata Piko.

“ Tunjukkan pisang yang kau tanam itu ” kata Reka sang raja Monyet.

“ Ini tuan” kata Piko sambil menunjukkan pisang yang dibawanya.

“ Pengawal bawakan pisang itu padaku! ” kata Raja.

“ Maaf tuan, sebelum tuan memakan pisang itu, tuan raja harus menanam pohonnya terlebih dahulu, agar keajaiban pisang , bisa raja rasakan” kata Piko.

Tanpa berpikir panjang raja pun mengikuti apa kata Piko. Dan para penghuni istana yang ingin merasakan keajaiban pisang milik Piko pun mengikuti sang raja untuk menanam pohon pisang. Mereka bersama-sama menyiapkan lahan untuk menanam. Para penghuni istana sangat senang sekali, terlebih melihat raja sudah tidak sombong lagi. Mau melibatkan dirinya untuk menanam pohon pisang. Setelah selesai menanam, raja memakan pisang milik Piko. Ternyata apa yang raja rasakan memang sangat ajaib. Pisangnya sangat lezat, raja hampir menghabiskan setandan pisang milik Piko. Mulai saat itu, raja dan rakyatnya selalu menanam pohon pisang bersama-sama. Dan merawatnya secara bergantian. Piko pun sekarang tinggal di istana menjadi penasehat sang raja.(*)