HARI Kamis (21/9) lalu seluruh umat Islam di dunia merayakan Tahun Baru 1439 Hijriyah. Termasuk di Indonesia. Layaknya tahun baru nasional yang jatuh tiap tanggal 1 Januari, tepat di tahun baru Islam pun kita libur. Nah, malam harinya banyak sekali perayaan yang digelar menyambut pergantian tahun Islam tersebut.

Di kotamu adakah perayaan menyambut Tahun Baru Islam? Buat Sahabat yang tinggal di Jawa, pasti tak akan asing dengan tradisi unik menyambut perayaan pergantian tahun Hijriyah yang terjadi pada tanggal 1 Muharram.

Di Jawa, tahun baru ini juga dikenal sebagai Malam 1 Suro (Muharram). Orang-orang tua di Jawa, biasanya melakukan acara tirakatan atau mengucapkan syukur, lek-lekan (begadang/tidak tidur semalam suntuk).

Sedangkan buat Sahabat SatelitKids yang kebetulan berasal dari Jogja, di sana juga ada tradisi unik yang berbeda. Yakni Tradisi Lampah Mubeng atau yang juga dikenal dengan Mubeng Benteng. Biasanya tepat pada malam 1 Suro (Muharram), ada rombongan yang berkeliling kawasan kompleks keraton pada malam hari sebagai wujud dari bentuk perenungan untuk selalu melakukan instropeksi diri. Selama mengelilingi benteng dalam ritual ini, semua peserta harus melakukan tapa bisu (tidak berbicara ataupun bersuara) serta tidak makan, minum, atau merokok. Ritual tradisi ini dibuka untuk umum dan siapa saja juga boleh turut mengelilingi kompleks keraton. Dalam mengelilingi benteng, jarak yang ditempuh mencapai lima kilometer.

Lain di Jogja, lain pula di Surakarta. Di sana ada tradisi yang namanya Kirab Pusaka dan Kebo Bule. Ritual ini dilakukan pada pada malam 1 Muharam atau 1 Suro dimana pihak keraton dan warga menggelar tradisi kirab pusaka yang tidak hanya diiringi oleh para abdi dalem tetapi juga oleh enam ekor kerbau istimewa yang berwarna putih. Dalam tradisi ini beberapa ekor kebo bule (kerbau berwarna putih) diarak keliling kota. Kerbau-kerbau ini dipercaya sebagai turunan Kebo Bule Kyai Slamet dan dianggap keramat. Kerbau-kerbau tersebut berperan sebagai Cucuking Lampah (pemandu kirab) dan diikuti oleh para kerabat keraton yang membawa pusaka. Baru kemudian di barisan belakang ada masyarakat Solo dan sekitarnya. Kirab ini biasa digelar pada tengah malam, biasanya masyarakat sudah berkumpul di tepi jalan yang dilewati rombongan kirab. Unik dan sangat beragam ya Sahabat. Selamat Tahun Baru Islam, Sahabat….(tha)