ilustrasi longsor, grafis boodie sipon

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Kamis (8/2) sore menyebabkan bencana banjir dan longsor  di sejumlah tempat di distrik Majenang, Kabupaten Cilacap bagian barat.

Menurut informasi yang dihimpun SatelitPost dari berbagai sumber, bencana yang disebabkan hujan deras terjadi di beberapa tempat. Di Cimanggu ada tiga titik yakni longsor  matrial longsoran hingga menutup jalan Cilumuh–Negarajati Dusun Telaga Luhur hingga melumpuhkan jalur transportasi baik roda dua maupun empat. Jalan tertutup material logsoran sepanjang 8-10 meter tinggi 10-15 meter dengan ketebalan material longsor 1.5 meter.

Jalan nasional Cilumuh Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu terjadi banjir lumpur hingga menutup seluruh jalan. Ketebalan material longsor 15 sentimeter. Akibatnya arus kendaraan terganggu, jalan licin membahayakan pengendara dari dua arah. Kemudian terjadi banjir setinggi 50 sentimeter hingga menggenangi halaman dan ruang kelas SD Negeri Rejodadi 01 Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu.

Di Kecamatan Majenang, banjir menjebol tanggul irigasi di Desa Padangjaya dan Sungai Cikalong Dusun Mulyasari Desa Mulyasari. Banjir juga menggenangi area Puskesmas Majenang I. Di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, satu rumah rumah roboh, satu rumah di sebelahnya rusak.

Kepala UPT BPBD Majenang Edi Sapto Priyono menyampaikan hujan deras dengan intensitas lama sebagian disertai angin yang terjadi pada Kamis (8/2) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Akibatnya, longsor, banjir, dan rumah roboh menimbulkan kerugian materil namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur, longsor terjadi di Desa Datar menutup sebagian jalan sempat mengganggu arus transportasi warga. Pada Jumat (9/2) pagi dari BPBD melibatkan Forkompimca, relawan termasuk TNI-Polri melakukan penaganan bersama sejumlah tempat baik itu longsor, banjir, dan rumah roboh.

Pembersihan longsoran di jalan Cilumuh-Negerajati Dusun Telaga Luhur melibatkan 200 orang lebih dari petugas BPBD Majenang, TNI, Polri setempat dibantu relawan, Banser, dan warga setempat. “Kerja bakti dilakukan sejak pagi hingga sore dan jalur tersebut sudah bisa dilewati pengendara,” katanya.

Lebih lanjut Edi menyampikan berkaitan dengan cuaca yang masih tergolong ekstrem dan pada Februari merupakan puncak musim hujan tidak menutup kemungkinan ada hujan disertai angin maupun petir. Untuk itu dia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu bersiaga menghadapi cuaca yang tergolong buruk dan ekstrem yang berpeluang terjadinya longsor. (taslim)