BATURRADEN, SATELITPOST-Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) Napza Baturraden mengajak penyalahguna narkoba untuk merehabilitasi diri di tempat tersebut. Selain gratis, mereka juga akan sembuh dari ketergantungan narkoba hingga memiliki keterampilan usaha ketika keluar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BRSKP Napza Baturraden, Restyaningsih. Ia menyarankan agar masyarakat yang mengalami ketergantungan narkoba ataupun mengetahui saudaranya penyalahgunaan narkoba bisa dibawa ke tempat rehabilitasi tersebut.

“Di sini enak, makan gratis banyak kegiatan. Kita prosesnya penyembuhan ada terapi fisik, spiritual dan mental tidak sama seperti rehabilitasi medis. Apalagi ada kegiatan khusus bagaimana dia bisa mengurangi ketergantungan, menghadapi masalah agar tidak kembali lagi,” ujar dia, Jumat (12/4).

Tidak perlu takut untuk datang ke tempat tersebut, karena menurut Resty tidak akan ada hal-hal yang membuat residen (sebutan bagi penyalahguna narkoba, red) merasa tersakiti. “Daripada harus sampai ke proses hukum, gratis di sini, karena memang sudah dibiayai oleh pemerintah jadi jangan takut,” kata dia.

Periode 2018-2019 sekarang ini ada 13 orang yang sedang menjalani rehabilitasi di tempat tersebut. Menurutnya berasal dari berbagai daerah dari mulai Banyumas hingga Semarang. “Target kami itu 60 residen setiap tahunnya. Kami berharap tingkat kesadaran untuk direhab terus meningkat apalagi pemerintah sudah memberikan fasilitas, tetapi memang banyak orangtua yang menyembunyikan, atau bahkan ada yang belum tahu dan takut disuruh bayar bahkan diapa-apain di sini, itu tidak benar,” ujarnya.

Rehabilitasi minimal berlangsung selama empat bulan di temapt tersebut. Residen akan diberikan keterampilan, pendalaman spiritual dan banyak kegiatan positif. “Kami kira minimal empat bulan, mereka bisa terlepas dari itu. Tetapi kembali lagi tergantung dari niatnya,” kata dia.

Periode tahun 2017-2018 menurut Resty pihaknya telah menerima 95 residen dari berbagai daerah yang tentunya terbanyak dari Banyumas. “Memang kebanyakan dari Banyumas, karena paling mudah kita jangkau, apalagi Banyumas ini menduduki peringkat ke-3 di Jawa Tengah,” kata dia.

Bagi mereka yang mengikuti rehabilitasi, saat keluar nanti mereka juga bisa memiliki keterampilan berwirausaha. Sebab, di tempat ini ada pelatihan mencukur, tata boga, sablon serta bengkel. “Jadi yang keluar dari sini bisa berusaha atau bekerja,” ujarnya.(san)